Reaksi Pemimpin Dunia Sambut Gencatan Senjata Ukraina & Oposisi
Gedung Putih menyambut baik kesepakatan gencatan senjata antara Presiden Ukraina Viktor Yanukovych dengan pihak oposisi. Namun, pihak Gedung Putih mengatakan masih siap untuk menjatuhkan sanksi tambahan.
Presiden Barack Obama pun langsung berbicara dengan Presiden Rusia Vladimir Putin pada Jumat, 21 Februari 2014 malam. Kedua pemimpin ini membahas kebutuhan untuk menstabilkan perekonomian Ukraina dan melaksanakan reformasi.
Melansir Reuters, Sabtu (22/2/2014), Obama berbicara dengan Putin tentang perlunya semua pihak untuk menahan diri dari kekerasan," kata Obama, dalam pernyataan yang dikeluarkan Gedung Putih.
Sementara Menteri Luar Negeri Inggris William Hague mengatakan kesepakatan itu merupakan langkah penting pertama yang dilakukan negara itu.
Menteri luar negeri Uni Eropa Baroness Ashton mengatakan, Yanukovych telah mempertaruhkan dirinya pada kesepakatan itu. Dia menambahkan, stabilitas politik dan stabilitas ekonomi di Ukraina harus segera diperbaiki.
Menteri-menteri Uni Eropa terlibat dalam menengahi penyelesaian apolitis di Ukraina setelah adanya pertempuran senjata antara polisi dan demonstran anti-pemerintah menelan korban tewas menjadi 77 orang dalam dua hari.
Sedangkan para pejabat dari Jerman, Prancis, dan Polandia menggambarkan kesepakatan negosiasi tersebut sesuatu yang sangat menyulitkan, yakni antara Presiden Yanukovych dan pihak oposisi.
Menteri Luar Negeri Polandia, Radoslaw Sikorski, berkicau di Twitter, "kompromi yang baik untuk Ukraina memberikan kesempatan perdamaian dan membuka jalan untuk mereformasi ke Eropa. Polandia, dan Uni Eropa mendukung itu."
Sementara Perdana Menteri (PM) Inggris David Cameron juga menyambut baik perjanjian di Kiev tersebut.
"Saya menyambut perjanjian tersebut yang menawarkan kesempatan nyata untuk mengakhiri kekerasan dan mengakhiri mimpi buruk yang sedang dihadapi Ukraina dan masyarakatnya," ujar Cameron.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar