Sabtu, 30 November 2013
Modal Villas Boas Melawan Manchester United
Suhu di Stadion Alfheim, Norwegia, anjlok hingga minus 1 derajat Celsius ketika Tottenham Hotspur menantang tim tuan rumah, Tromso, dalam babak penyisihan grup Liga Eropa, kemarin dinihari.
Tottenham Siap 'Menjegal' Manchester United
Tottenham Hotspur mengatakan siap menjegal Manchester United di lanjutan Liga Primer hari Minggu (01/12) di White Hart Lane.
Kesiapan ini disampaikan manajer Tottenham, Andre Villas-Boas, setelah timnya menundukkan tim Norwegia, Tromso 2-0, di kandang Tromso, Kamis malam.
Kemenangan di turnamen Liga Eropa sekaligus mengurangi tekanan terhadap Villas-Boas menyusul Klik kekalahan telak 6-0 dari Manchester City beberapa hari lalu.
"Saya sangat puas para pemain bisa bangkit setelah menderita kekalahan dari Manchester City," kata Villas-Boas.
"Kami sadar bahwa lawan kami selanjutnya (Manchester United) sangat kuat. Makanya, kemenangan di Tromso menjadi sangat penting untuk menyiapkan mental pemain," kata mantan manajer Chelsea dan FC Porto ini.
Kekalahan 6-0 di Stadion Etihad memunculkan Klik spekulasi tentang masa depan Villas-Boas di Tottenham.
Pemilik dan jajaran direksi dilaporkan sangat kecewa, apalagi Villas-Boas mengeluarkan dana £110 juta untuk membeli pemain-pemain baru di periode transfer musim panas.
Kekalahan tersebut memicu rumah-rumah taruhan menempatkan Villas-Boas sebagai manajer di Liga Primer yang akan dipecat.
Namun Klik Villas-Boas menepis spekulasi tersebut dengan menegaskan bahwa baik pemain maupun manajemen Tottenham masih mendukung dirinya untuk memimpin tim menembus empat besar Liga Primer.
Liga Premier Inggris: Tottenham Hotspurs Vs Manchester United: Wajah Berbeda
Sama-sama meraih hasil negatif pada laga terakhir di Premier League, pekan lalu. Sama-sama pula bangkit dan memetik hasil positif di pentas Eropa, tengah pekan ini.
Kini kedua tim-tim sama-sama bertekad bangkit di ajang Premier League dengan melanjutkan sukses di Eropa. Kemenangan menjadi target utama.
Itulah background pertarungan Tottenham Hotspur kontra Manchester United di Stadion White Hart Lane, Minggu (1/12/2013) malam ini. Duel antara dua raksasa terluka yang tengah berjuang mencari pelampiasan.
Pekan lalu, Spurs secara tragis dipermak Manchester City 0-6 di Stadion Etihad. Spurs kemudian menang atas Tromso 2-0 di Liga Europa, Jumat (29/11/2013).
Sementara United dipaksa bermain imbang 2-2 oleh Cardiff City oleh gol di menit akhir. Setan Merah lalu bangkit dengan membantai Bayer Leverkusen 5-0 di Liga Champions, Kamis (28/11/2013).
Gelandang Spurs Lewis Holtby kini bertekad menundukkan United. Holtby memastikan timnya akan menunjukkan performa yang berbeda, sebuah wajah yang berbeda dari tragedi di Stadion Emirates pekan lalu.
"Melawan United akan jadi laga yang sulit dan kami harus mengerahkan segala kemampuan. Semua harus berada dalam kondisi terbaik saat melawan mereka atau kami sendiri yang akan kesulitan," ungkap pemain asal Jerman itu.
Dukungan fans menjadi suntikan moral skuad The Lily Whites. "Kami akan melawan Manchester United di kandang dan mendapat dukungan fans. Saya yakin kami bisa menang," yakin bek kiri Spurs Jan Vertonghen seperti dikutip Daily Mail.
Tottenham Hotspurs Vs Manchester United: Duel Dua Raksasa Labil
Tottenham Hotspurs akan melakoni laga berat kala menjamu Manchester United dalam laga BPL pekan ke-13 di White Hart Lane, London, Minggu (1/12). Menghadapi sang juara bertahan, Spurs dilanda krisis kepercayaan diri, lantaran pada laga pekan lalu dilibas 0-6 oleh tuan rumah Machester City.
Kekalahan itu membuat Spurs turun ke peringkat sembilan dengan poin 20. Sementara United berada dua peringkat di atasnya, dengan 21 poin, meski pada pekan lalu juga harus puas ditahan Cardiff 2-2.
Karena itu, kemenangan melawan United menjadi wajib diraih untuk mendobrak peringkat Spurs yang kian merosot.
Dalam laga nanti, meski telah kebobolan setengah lusin gol, pelatih Spurs, Andre Villas Boas (AVB), agaknya tetap mempercayakan Hugo Lloris sebagai kiper utama, ketimbang Brad Friedel.
Penjaga gawang timnas Prancis itu diharapkan "sembuh" cepat dari trauma pasca-dihajar pasukan Manchester City di Etihad.
Di lini belakang, AVB diperkirakan akan memasang Kyle Walker, Michael Dawson, Chiriches, dan Jan Vertonghen. Keempatnya diintruksikan untuk bermain keras guna mengganjal pergerakan dan serangan yang dilancarkan pihak lawan.
Soal strategi penyerangan, AVB bakal mengandalkan sektor sayap, lewat pergerakan lincah Aaron Lennon dan Andros Townsend. Keduanya diharapkan mampu menyuplai bola ke lini depan yang dihuni bekas striker Valencia, Roberto Soldado.
Pemain Brasil, Paulinho juga dapat menjadi senjata cadangan. Selain ampun bertahan, Paulinho juga apik dalam membantu penyerangan, terutama lewat sepakan keras dari luar kotak penalti.
Yang terpenting, dalam laga kontra Red Devils, Spurs harus mampu menjaga konsistensi mereka, agar tak lagi tersungkur. Seperti diketahui, Spurs menjadi tak konsisten jelang paruh musim ini. Padahal, Spurs sempat masuk ke dalam jajaran big four pada awal musim.
Sementara itu, United memiliki kepercayaan diri lebih baik ketimbang lawannya. Bahkan, pasukan David Moyes lebih diunggulkan memetik tiga poin dari Kota London. Apalagi, skuat Setan Merah juga bermain gemilang kala mengubur tuan rumah Bayern Leverkusen 5-0, dalam laga Liga Champions, tiga hari lalu.
Akan tetapi, dalam laga nanti, Moyes diperkirakan masih akan kehilangan Robin Van Persie karena cedera. Pos Van Persie, kemungkinan akan diisi Wayne Rooney, yang selama ini kerap diposisikan di belakang striker Belanda tersebut.
Moyes juga diperkirakan kembali memainkan Nani yang tampil gemilang kala bertandang ke Jerman. Aksinya di pinggir lapangan, diharapkan mampu menyulitkan Kyle Walker, yang selama ini begitu sulit ditembus lawan-lawannya.
Bekas pemain Everton, Fellaini, juga diperkirakan bakal menjadi starter. Meski masih labil, pemain kribo ini juga patut mendapatkan pengalawan ketat. Dengan kecerdikan dan kepiawaiannya, Fellaini merupakan bom waktu, yang siap meledakan jala Spurs.
Kelemahan United dalam laga nanti masih berada di sektor belakang. Kemasukan 15 gol dari 12 laga menjadi bukti lemahnya lini belakang United.
Hilang konsentrasi juga kerap terjadi pada menit-menit akhir, seperti yang terjadi saat melawan Cardiff. Karena itu, untuk mengamankan poin, Moyes harus benar-benar mengintruksikan pemain belakangnya agar lebih fokus hingga menit terakhir pertandingan.
Berikut perkiraan pemain kedua tim:
Spurs: Lloris; Walker, Dawson, Chiriches, Vertonghen; Sandro, Paulinho; Holtby, Lennon, Townsend; Soldado
Man Utd: De Gea; Smalling, Vidic, Evans, Evra; Jones, Fellaini; Valencia, Kagawa, Nani; Rooney.
Jonny Evans: Bola Mati Manchester United Berbahaya
Bek Jonny Evans menyatakan bola-bola mati Manchester United pada musim ini sungguh fantastis.
The Red Devils mencetak dua dari lima gol kontra Bayer Leverkusen di ajang Liga Champions, Kamis (28/11) dinihari WIB, melalui situasi bola mati. Ketika bermain imbang 2-2 kontra Cardiff City pada akhir pekan lalu, gol Patrice Evra lewat sundulan kepala juga terjadi berkat umpan bola mati Wayne Rooney.
Evans yakin potensi yang dimiliki timnnya melalui situasi ini bisa memberi pengaruh cukup penting dalam perjalanan sepanjang musim.
"Saya pikir bola mati, khususnya umpan-umpan yang dilakukan, fantastis," ujar Evans kepada MUTV.
"Ini membuat perbedaan besar. Saya juga kira para pemain memainkan sepabola menyerang dengan bagus."
Manchester United akan bertandang ke markas Tottenham Hotspur pada Minggu (1/12) malam WIB.
Forlan Ogah Pensiun Dari Timnas Uruguay
Penyerang timnas Uruguay, Diego Forlan membantah rumor yang menyebutkan dirinya bakal pensiun pada akhir musim ini. Pemain yang pernah membela Inter Milan itu mengatakan ada kesalahan dalam sebuah wawancara yang menyebabkan rumor dirinya memiliki keinginan gantung sepatu kencang berhembus. Ia lantas dengan cepat menyangkal hal itu meski selalu duduk di bangku cadangan baik di klub maupun dalam timnas.
"Ada kesalahan dalam sebuah wawancara dan saya ingin memperjelas semuanya. Saya tegaskan tidak mempunyai keinginan pensiun dari dunia sepak bola saat ini dan juga dari timnas Uruguay. Bahkan hal itu tidak terlintas dalam pikiran saya," jelas Forlan seperti dilansir Sky Sports, Rabu (23/10/2013).
Sementara itu meski ia jarang bermain pada musim ini, namun pemain telah menginjak usia 34 tahun itu yakin dapat mengikuti jejeak ayahnya Pablo Forlan yang pensiun dari timnas Uruguay di usia 39 tahun. "Saya ingin bermain dengan cara yang sama seperti yang saya lakukan di hari pertama awal karir saya," sambungnya.
"Saya bermimpi untuk bermain hingga usia 40 tahun seperti yang telah dilakukan ayahku dulu. Saya mencoba dan yakin dapat mencapai tujuan tersebut," tutup Forlan yang tengah bersaing mendapatkan tempat dalam skuat utama Uruguay di ajang play-off Piala Dunia kontra Yordania.
Kamis, 28 November 2013
Manchester United Rayakan Kemenangan 5-0
Manchester United mencapai 16 besar Liga Champions setelah menaklukkan Bayer Leverkusen 5-0.
Manajer David Moyes merayakan hari terbaiknya sebagai bos Manchester United, tetapi ia mengatakan akan ada kemenangan yang lebih baik lagi di masa depan.Skor itu menjadi kemenangan tandang terbesar United di Eropa semenjak mereka menggilas Borussia Dortmund 6-1 pada 1964.
Ini juga pertama kalinya klub Inggris mencetak angka sebesar itu di Jerman sejak Liga Champions dimulai pada 1992.
Namun KlikMoyes percaya keadaan akan menjadi jauh lebih baik.
"Ini adalah hari terbaik saya sebagai manajer Manchester United tetapi hari-hari yang terbaik masih akan terjadi," kata Moyes.
"Kami menang besar dan kami bermain dengan baik. Bayer Leverkusen memiliki catatan yang hebat di sini sehingga fakta bahwa kami datang dan menang 5-0 memberikan kami perspektif."
Meski KlikWayne Rooney tidak mencetak satu gol pun, permainannya malam itu dinilai luar biasa.
Ia juga memuji penampilan Klikgelandang Ryan Giggs yang pada hari Jumat (30/11) akan berusia 40 tahun.
"Orang-orang akan mempertanyakan usia Ryan tetapi anda tidak bisa meragukan kemampuannya sebagai seorang pesepakbola," kata Moyes.
"Semua yang ia lakukan, bagaimana ia melakukan pekerjaannya, ia sama sekali tidak tampak lelah sama sekali."
Sementara itu Robin Van Persie absen dari pertandingan tersebut karena cedera di selangkangan.
Senin, 25 November 2013
Bentrok Manchester United, Leverkusen Minus Sidney Sam
Penyerang Bayer Leverkusen Sidney Sam bakal absen saat timnya menghadapi Manchester United dalam lanjutan pertandingan Grup A Liga Champions pekan depan.
Pemain internasional Jerman itu mengalami cedera otot paha saat menang 1-0 atas Hertha Berlin, Sabtu (23/11) kemarin. Sam telah menjalani tes pada Ahad (24/11) pagi setelah mengalami cederanya di awal pertandingan.
"Ketidakhadirannya itu merupakan berita buruk bagi kami," kata Direktur Sport Leverkusen Rudi Voller. "Pertandingan ini adalah pertandingan kami di Liga Champions sehigga kami harus mengerahkan segalanya yang kami punya, walau tanpa Sam."
Leverkusen, peringkat dua di Liga Jerman dan juga menempati posisi dua di grup Liga Champions, hanya berselisih satu poin dengan pemuncak grup United, yang telah mengantongi delapan poin. Klub Ukraina Shakhtar Donetsk di posisi ketiga dengan lima poin sementara Real Sociedad menjadi juru kunci dengan satu poin.
Minggu, 24 November 2013
Sejarah Hari Ini (25 November): Barcelona 3-3 Manchester United
Duet legendaris Manchester United, Andy Cole-Dwight Yorke, versus legenda Barcelona Rivaldo menandai hujan enam gol yang menghentikan Blaugrana di babak grup UCL 1998/99.
Bila melihat Barcelona dewasa ini, barangkali aneh jika mereka tak mampu setidaknya menapaki fase babak gugur Liga Champions.
Tapi persis hari ini, 15 tahun yang lalu, Los Blaugrana rupanya pernah mencatat langkah tak gemilang dengan 'hanya' sanggup menuntaskan kompetisi terakbar antarklub Eropa itu sebatas di babak grup.
Adalah Manchester United yang menjadi pemupus harapan klub Catalan ini menembus fase knock-outUCL edisi 1998/99.

Barcelona polesan Louis van Gaal saat itu benar-benar membutuhkan poin krusial di matchday 5 Grup D agar bisa menjaga peluang lolos ke perempat-final -- format UCL terdahulu, di mana peringkat pertama dan dua terbaik runner-up berhak ke babak delapan besar.
Namun, The Red Devils yang ketika itu diperkuat duet maut Andy Cole-Dwight Yorke, mengubur impian Barcelona untuk tampil ke babak selanjutnya.

Setelah di perjumpaan pertama keduanya mewarnai laga dengan hujan enam gol, di perjumpaan kedua pada 25 November 1998, skor identik kembali menghiasi laga.
Barcelona menyadari betul kemenangan adalah harga mutlak. Pasalnya, perolehan poin dan posisi Luis Figo cs, sang kapten Barca ketika itu, adalah empat angka dan berdiri di poisisi ketiga, terpaut empat poin dari United di peringkat kedua.
Ambisi besar Barca sepertinya siap terwujud ketika laga baru berjalan semenit, di mana Sonny Anderson sudah mampu menjebol gawang yang dikawal Peter Schmeichel. Namun Camp Nou rupanya bukan menjadi arena yang angker bagi United. Yorke mampu menyetarakan kedudukan saat laga memasuki menit ke-25. Tim tamu bahkan membalikkan keadaan lewat sentuhan dari Cole di menit ke-53 sebelum Rivaldo kembali membuat publik tuan rumah lega.

Namun kegemilangan Yorke kembali harus dibayar mahal kiper Ruud Hesp yang kedua kalinya kudu merasakan lesakkan dari sang striker di menit ke-68. Beruntung, pada menit ke-73, Rivaldo pun unjuk gigi menamakan diri di papan skor kali kedua. Sampai pertandingan berakhir, Barca tak mampu lagi menambah gol. Hasil ini pun membuat posisi United di peringkat kedua sudah tak bisa lagi dikejar Barca.
Figo cs pun dipastikan harus membenamkan impian ke fase knock-out, meski di matchday 6 Barca mampu tampil impresif dengan mengalahkan tuan rumah Brondby 2-0, sementara United kembali bermain seri 1-1 kontra Bayern Munich. Barca delapan poin, United 10 poin.
Manchester United Tertahan 2-2 Di Kandang Cardiff
Manchester United kembali gagal meraih poin penuh di pertandingan kompetisi Liga Premier Inggris. Bertandang ke markas Cardiff City, Minggu (24/11/2013), skuat asuhan David Moyes itu hanya mampu bermain imbang 2-1.
Laga Cardiff melawan MU yang dipimpin oleh wasit Neil Swarbrick ini berlangsung dramatis. Manchester United sempat unggul 2-1 hingga perpanjangan waktu babak kedua. Namun gol pemain Korea Selatan, Kim Bo Kyung di masa injury time, membuyarkan kemenangan Setan Merah.
MU unggul terlebih dahulu pada menit ke-15. Penyerang asal Inggris, Wayne Rooney membuka keunggulan 1-0 MU atas tuan rumah Cardiff. Gol pembuka ini berawal dari kesalahan Michael Turner dalam memberikan operan. Antonio Valencia kemudian mencuri bola tersebut.
Valencia memberikan bola kepada Javier Hernandez, yang kemudian meneruskannya kepada Rooney. Striker andalan MU itu berhasil melepaskan diri dari penjagaan Gary Medel, sebelum ia menceploskan bola ke gawang David Marshall.
Keunggulan Manchester United tidak bertahan lama. Di menit ke-33, penyerang Fraizer Campbell mencetak gol penyama kedudukan bagi Cardiff. Gol itu berawal dari skema serangan balik cepat yang dibangun pemain Cardiff. Jordon Mutch kemudian memberikan umpan terukur kepada Fraizer Campbell. Mengelabuhi pemain belakang Manchester United, Campbell menendang bola ke gawang David De Gea dan menyamakan skor menjadi 1-1.
Menjelang pertandingan pada babak pertama usai, Manchester United kembali unggul. Bek asal Prancis, Patrice Evra mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-45. Gol itu berawal dari tendangan penjuru yang diambil oleh Wayne Rooney. Rooney mengarahkan bola ke Evra, bek bertubuh mungil itu kemudian menyarangkan bola ke gawang David Marshall
Kedudukan 2-1 untuk keunggulan Manchester United bertahan hingga pertandingan pada babak pertama berakhir.
Pada babak kedua, Cardiff berupaya untuk mengejar ketertinggalan. Frazier mempunyai peluang untuk menyamakan kedudukan pada menit ke-55. Sayang, bola chip masih membentur mistar gawang Manchester United.
Menjelang pertandingan berakhir, pemain pengganti Kim Bo Kyung mencetak gol penyama kedudukan, sekaligus membuyarkan ambisi MU meraih poin penuh. Gol itu berawal dari tendangan bebas Peter Whittingham. Dia memberikan umpan terarah kepada Kyung. Dan melalui sundulan kepala, gelandang asal Korea Selatan itu mencetak gol penyama kedudukan menjadi 2-2.
Tambahan satu poin membuat Manchester United hanya beranjak satu peringkat ke posisi ke-6 klasemen sementara, mengumpulkan poin 21 dari 12 pertandingan. Sementara Cardiff tetap berada di posisi ke-15, mengumpulkan poin 12 dari 12 pertandingan.
Susunan pemain:Cardiff: David Marshall, Andrew Taylor, Steven Caulker, Ben Turner, Kévin Théophile-Catherine, Peter Whittingham, Gary Medel, Jordon Mutch (Bo Kyung Kim'76), Don Cowie, Fraizer Campbell (Andreas Cornelius’84), Peter Odemwingie (Craig Noone'65)
Man United: David de Gea, Patrice Evra, Rio Ferdinand, Jonny Evans, Chris Smalling, Wayne Rooney, Tom Cleverley, Antonio Valencia, Marouane Fellaini, Adnan Januzaj (Danny Welbeck'67), Javier Hernández (Ryan Giggs'7
Kamis, 21 November 2013
Bukan Takut Bersaing Karena Mantan Sinden OVJ, Echa Paramitha Pindah Ke Jalur Pop
Salah satu sinden Opera Van Java (OVJ), Echa Paramitha dikenal sebagai penyanyi yang biasa membawakan lagu dengan cengkok dangdut.Setelah tak lagi nyinden di OVJ, pemilik nama lengkap Desy Fatmawati Paramita itu malah menyebrang, menjajal musik pop dengan merilis single "Tak Akan Ada".
Echa memberanikan diri pindah ke jalur pop karena tak bisa membendung keinginan untuk mencoba ke bakatnya yang lain.
"Saya tahu tidak mudah bagi saya untuk bersaing di musik pop. Tapi saya tidak bisa membiarkan bakat yang ada di diri saya tenggelam begitu saja. Saya ingin masyarakat tahu kemampuan saya yang lain," ujar Echa saat ditemui dikawasan Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (19/11).
Menurut Echa, membawakan lagu pop memiliki tantangan tersendiri, apalagi selama ini ia selalu diminta membawakan lagu melayu dan dangdut.
"Biasanya kan saya menyanyikan lagu dangdut dan nyinden. Kalau boleh jujur sebenarnya saya lebih suka pop. Tapi kemampuan yang lebih dulu tampil adalah nyinden. Saya tak dapat pungkiri, imej saya terbentuk kuat di situ. Tapi bagaimana menunjukkan kemampuan bernyanyi pop bagi saya itu tantangan," tuturnya.
Echa juga menjelaskan, perpindahannya ke jalur pop bukan karena tak laku. Ia punya alasan lain.
"Saya hengkang dari dangdut bukan karena tak mampu bersaing, tapi karena saya tahu saya bisa menjual karya," pungkasnya.
Echa Paramitha Tinggalkan Dangdut
Pedangdut Echa Paramitha kini menyeberang ke jalur musik pop. “Jujur saya akui bahwa pindah ke jalur pop sangatlah tidak mudah. Faktor kesempatan dan rasa ingin mencoba, mengharuskan saya sementara meninggalkan jalur dangdut,” tegasnya.
Artis yang punya nama lengkap Desy Fatmawati Paramita ini langsung memberanikan diri melempar single pop bertajuk ‘Tak Akan Ada’. Tak masalah jika harus bersaing ketat dengan sejumlah penyanyi pop yang sudah lebih dulu kondang.
Echa menyebut bahwa antara musik dangdut dan pop, memiliki tantangan berbeda. “Saya yakin mampu dan bisa memberikan yang terbaik,” pungkasnya.
Uruguay Ke Putaran Final Piala Dunia
Uruguay menjadi negara terakhir yang lolos ke putaran final Piala Dunia 2014 setelah menyingkirkan Yordania di babak play-off.
Di pertandingan kedua di Montevideo Rabu malam atau Kamis (21/11) pagi WIB, Uruguay menahan imbang 0-0 tim dari Timur Tengah tersebut.Uruguay tampil dominan terutama di babak pertama dan nyaris mencetak gol tapi sundulan kepala Diego Godin mengenai mistar gawang.
Hasil imbang ini cukup bagi Uruguay untuk lolos setelah di pertandingan pertama Luis Suarez dan kawan-kawan Klikmenang telak 5-0.
"Kami puas karena memang tidak mudah untuk maju ke putaran final Piala Dunia," kata penyerang Uruguay, Edinson Cavani.
Uruguay saat ini berada di peringkat enam dunia dan akan menjadi salah satu unggulan tahun depan.
Negara ini sudah dua kali menjuarai Piala Dunia pada 1930 dan 1950.
Dalam penyelenggaraan turnamen ini empat tahun lalu, Uruguay berada di tempat keempat.
Di babak penyisihan Piala Dunia kali ini, Uruguay gagal maju secara otomatis dari zona Amerika Selatan karena kalah perbedaan gol dari Ekuador.
Hasil ini memaksa tim asuhan Oscar Tabarez harus melewati babak play-off.
Review: Uruguay Lengkapi Kuota Piala Dunia 2014
Sesuai perkiraan awal, langkah wakil Amerika SelatanUruguay ke Piala Dunia 2014 tak terhadang. Pasukan Oscar Tabarezbermain 0-0 kala menjamu duta Asia Yordania di inter-confederation play-off leg kedua dan lolos dengan agregat 5-0. La Celeste pun menjadi tim terakhir, tim ke-32, yang memastikan diri tampil di Brasil tahun depan.
Bermodal kemenangan telak lima gol tanpa balas dari leg pertama di Amman, Uruguay meladeni Yordania di Estadio Centenario, Kamis (21/11). Mengincar kemenangan demi kesempurnaan, Uruguay ternyata hanya sanggup bermain imbang tanpa gol. Namun, itu sudah cukup bagi sang juara dunia 1930 dan 1950 untuk melenggang ke putaran utama.
Dengan agregat sementara yang demikian telak, sebenarnya Uruguay sudah berada di atas angin, tetapi Tabarez meminta pasukannya tetap bermain optimal. Starting line-up racikan tabarez pun bahkan tak mengalami banyak perubahan dari laga sebelumnya.
Pemain-pemain inti semacam mesin gol Liverpool Luis Suarez danbomber PSG Edinson Cavani tetap dimainkan sejak menit awal. Hanya saja, Yordania tak mau menyerah begitu saja.
Yordania paham bahwa peluang lolos ke Brasil ibarat mimpi usai dibantai di kandang sendiri. Mereka pun bermain lepas, tanpa beban, jauh lebih baik, dan membuat Uruguay frustrasi sepanjang laga.
Lini tengah dan barisan pertahanan Yordania tampil heroik dalam laga ini. Kalah telak penguasaan bola hingga 62,8%, Yordania dikurung dan diserang habis-habisan. Namun, tak ada satu gol pun yang bersarang di gawang mereka.
Enam sampai tujuh pemain turun bertahan setiap kali diserang. Brasil sudah bukan target mereka lagi, melainkan hasil positif atau bahkan kemenangan bersejarah di Montevidieo, di mana Uruguay belum pernah kalah sejak Oktober 2009, meski cuma dengan skor tipis 1-0. Sayang,counter attack Yordania pun tak membuahkan hasil. Skor 0-0 bertahan hingga wasit Jonas Eriksson asal Swedia meniup peluit panjang.
Yordania sukses menghindari kekalahan kedua. Sementara itu, Uruguay lolos ke Piala Dunia 2014 menyusul tuan rumah Brasil serta Jepang, Australia, Iran, Korea Selatan, Belanda, Italia, Kosta Rika, Amerika Serikat, Argentina, Belgia, Swiss, Jerman, Kolombia, Rusia, Bosnia, Inggris, Spanyol, Chile, Ekuador, Honduras, Nigeria, Pantai Gading, Kamerun, Ghana, Algeria, Yunani, Kroasia, Portugal, Prancis dan Meksiko.
Uruguay: Silva; M Pereira, Lugano, Godin (kuning 90'), Caceres; Stuani (Forlan 60'), Arevalo, Lodeiro (Ramirez 60'), Rodriguez; Suarez, Cavani (Hernandez 81').
Yordania: Mohamad; Oday (kuning 56'), Mohammad (kuning 19'), Shadi, Ahmad (Bawab 89'); Sharif, Tareq, Aljamal (Bani Ateyah 59'), Adnan (kuning 22'); Saleh, Abdallah (Rawashdeh 86').
Gelandang Muda Uruguay Ini Ingin Gabung Ke Inter
Pemain Southampton, Gaston Ramirez berpeluang besar bergabung dengan raksasa Seri A, Inter Milan, pada bursa transfer tengah musim ini. Hal itu diungkap sang agen.Pablo Betancourt sang agen menilai I Nerazzurri bakal jadi pilihan yang tepat bagi Ramirez, yang mulai tak dipercaya pelatih Mauricio Pochettino. Banyaknya penggawa Inter yang berasal dari kawasan Amerika Latin diklaim menjadi salah satu alasan utama sang pemain.Pablo menambahkan, mantan pemain Bologna itu memang berniat kembali ke klub Seri A, yang bisa memberinya kesempatan lebih baik guna menjaga peluangnya tampil di Brasil 2014 bersama Uruguay.
Sejak bergabung ke Southampton di awal musim 2012-13, pemain 22 tahun itu tampil sebanyak 26 kali di musim pertamanya. Kemudian, di musim 2013-14 ini posisinya terancam berkat penampilan cemerlang Jay Rodriguez.
"Inter telah menjalin kontak dengan saya dua sampai tiga kali. Ada banyak pemain Amerika Latin di skuad Nerazzurri dan sepakbola Italia bisa membuatnya berada di tempat pertama, jadi hal tersebut akan sempurna," jelas agen pemain Pablo Betancourt kepada calciomercato.com.Meski sang pemain mengindikasikan tak betah berada di Southampton, Pablo menyadari proses kepindahannya akan sangat bergantung pada keputusan Presiden klub, Nicola Cortese.
"Saya harus bertemu dengan Presiden klub dari Liga Inggris itu dan kami harus melihat apakah Ramirez akan tetap di Liga Primer atau kembali ke Italia. Tidak peduli dimana yang terpenting adalah dia bermain ke Piala Dunia."
"Satu-satunya masalah adalah saya harus berbicara dengan Presiden Nicola Cortese, yang selalu menahan klien saya," pungkas sang agen.
Di bawah Presiden barunya, Erick Thohir, Inter Milan berniat belanja sejumlah pemain anyar di jendela transfer Januari. Sejumlah nama telah masuk daftar incaran termasuk Ramirez dan gelandang Cagliari, Radja Nainggolan.
Play Off Piala Dunia: Uruguay Dapat Tiket Terakhir Ke Brazil
Uruguay menjadi tim terakhir yang memastikan tempat di Piala Dunia 2014. Uruguay mendapat tiket ke Brasil setelah menahan imbang Yordania tanpa gol pada laga leg kedua playoff di Estadio Cantenario, Kamis (21/11/2013) pagi WIB.Mencukur Yordania pada leg pertama dengan skor lima gol tanpa balas, membuat Uruguay tidak bermain terlalu ngotot meskipun tampil dengan skuat terbaik. Luis Suarez dipasangkan dengan Edinson Cavani di lini depan.
Tuan rumah Uruguay tidak bermain segarang seperti pada leg pertama. Hal itu terlihat dari peluang yang didapat pasukan Oscar Tabarez sepanjang babak pertama. Salah satu peluang didapat oleh Cavani pada menit 30.
Tim tamu bukan tanpa peluang. Namun, tendangan kaki kanan Khair Al Jamal pada menit 32 melenceng di sisi kanan gawang Uruguay. Sundulan Abdallah Deeb Salim pada menit 41 juga melayang di atas mistar gawang.
Di babak kedua Uruguay terus menekan pertahanan Yordania. Namun berbagai peluang yang tercipta tak dimaksimlakna menjadi gol. Skor 0-0 tetap bertahan hingga wasit meniup peluit panjang tanda pertandingan berakhir.
Dengan lolosnya Uruguay ke Brasil, maka semua mantan juara Piala Dunia mengikuti putaran final tahun depan. Selain Uruguay, mantan juara Piala Dunia adalah Italia, Brasil, Jerman, Inggris, Argentina, Spanyol, serta Prancis.
Susunan pemainUruguay: Martin Silva, Diego Lugano, Diego Godin, Maxi Perreira, Martin Caceres, Egidio Arevalo Rios, Nicolas Lodeiro (Gaston Ramirez ’61), Cristian Rodriguez, Luis Suarez, Criatian Stuani (Diego Forlan ’61), Edinson Cavani (Abel Hernandez ’82)
Yordania: Mohamad Shatnawi, Hatem Aqel, Tareq Khattab Zeyad, Oday Zahran, Mohammad Al Dumeiri, Sharif Adnan, Shadi Abu Hashhash, Mohammad Khier (Khalil Baniateyah ’60), Adnan Adous, Abdallah Deeb Saleem (Youssef Al Rawashdeh ’87), Ahmad Hayel Ibrahim (Thaer Al Bawab ’90+1)
Play Off Piala Dunia 2014: Uruguay Peringati Maracana Magic
Sebelum kickoff Uruguay kontra Yordania, tuan rumah akan menggelar seremoni untuk menghormati pahlawan Timnas Uruguay, Alcides Ghiggia, yang mencetak gol kemenangan La Celeste atas Brasil pada final Piala Dunia 1950 di Maracana, Brasil.
Berkat gol dari Ghiggia yang kini berusia 86 tahun itulah Uruguay meraih gelar juara dunia kedua mereka. Kejadian ini disebut Maracana Magic dan menyebabkan kemarahan publik Brasil karena kekalahan atas Uruguay.
"Apa yang terjadi dalam Piala Dunia meninggalkan tanda besar pada orang-orang Brasil. Uruguay dalam sejarahnya telah mendapatkan kehormatan dari tempat mereka" kata striker Uruguay Edinson Cavani dilansir Reuters, Selasa (19/11).
Bisa jadi ini adalah psywar yang dilakukan Uruguay jelang kelolosan mereka ke Piala Dunia Brasil 2014 nanti. Ini adalah pertanda bahwa Uruguay bersiap kembali mengulang kejayaan mereka di Negeri Samba tersebut.
Uruguay sebenarnya mengalami kemerosotan penampilan selama tahun 2012 yang bisa membahayakan peluang mereka untuk lolos ke putaran final Piala Dunia 2014. Tetapi asa itu kembali tumbuh setelah mereka menang 5-0 atas Yordania di playoff leg pertama.
Namun demikian Cavani, yang masuk anggota Uruguay di semifinalis Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan, tidak mau menunjukkan kurangnya rasa hormat saat melawan Yordania meski laga ini diprediksi akan berlangsung sepihak.
Kementerian Dalam Negeri Uruguay meminta 45.000 fans yang akan hadir di Stadion Centenario, stadion di mana Uruguay memenangkan Piala Dunia pertama mereka pada tahun 1930, tidak bersiul saat lagu kebangsaanYordania dibunyikan.
Sang Menteri pun menghimbau agar masyarakat Uruguay menonton dengan tertib dengan menghormati tim tamu.
Tiket Terakhir Piala Dunia Diraih Uruguay
Uruguay menjadi negara terakhir yang lolos ke putaran final Piala Dunia 2014 setelah menyingkirkan Yordania di babak play-off.
Di pertandingan kedua di Montevideo Rabu (20/11/2013) malam atau Kamis (21/11/2013) pagi WIB, Uruguay menahan imbang 0-0 tim dari Timur Tengah tersebut.
Uruguay tampil dominan terutama di babak pertama dan nyaris mencetak gol tapi sundulan kepala Diego Godin mengenai mistar gawang.
Hasil imbang ini cukup bagi Uruguay untuk lolos setelah di pertandingan pertama Luis Suarez dan kawan-kawan menang telak 5-0.
"Kami puas karena memang tidak mudah untuk maju ke putaran final Piala Dunia," kata penyerang Uruguay, Edinson Cavani.
Uruguay saat ini berada di peringkat enam dunia dan akan menjadi salah satu unggulan tahun depan.
Negara ini sudah dua kali menjuarai Piala Dunia pada 1930 dan 1950.
Dalam penyelenggaraan turnamen ini empat tahun lalu, Uruguay berada di tempat keempat.
Di babak penyisihan Piala Dunia kali ini, Uruguay gagal maju secara otomatis dari zona Amerika Selatan karena kalah perbedaan gol dari Ekuador.
Hasil ini memaksa tim asuhan Oscar Tabarez harus melewati babak play-off. (*)
Uruguay Rebut Tiket Terakhir Piala Dunia 2014
Timnas Uruguay menjadi tim terakhir yang memastikan tempat di Piala Dunia 2014. Uruguay berhak tampil di Brasil usai menahan imbang Yordania tanpa gol dalam pertandingan leg kedua babak play-off di Estadio Cantenario, Kamis, 21 November 2013. Uruguay lolos dengan keunggulan agregat 5-0 atas wakil Asia itu.
Keunggulan dengan skor telak 5-0 di leg pertama membuat Uruguay bermain tak terlalu ngotot. Uruguay tampil dengan skuad terbaiknya, termasuk duet penyerang Edinson Cavani dan Luis Suarez. Namun, kiper Fernando Muslera harus absen karena cedera.
Di sepanjang babak pertama, tim besutan Oscar Tabarez itu hanya memiliki tiga peluang. Sepakan Nicolas Loderio di menit ke-19 melenceng di sisi kanan gawang. Sundulan Diego Godin di menit 21 berhasil diamankan kiper Mohammed Shatnawi. Tendangan kaki kiri Cavani di menit 30 juga belum menemui sasaran.
Sementara itu, Yordania memiliki peluang di menit ke-32. Namun, tendangan kaki kanan Khair Al Jamal melenceng di sisi kanan gawang Martin Silva. Sundulan Abdallah Deeb Salim pada menit 41 juga melayang di atas mistar gawang.
Godin kembali memiliki peluang di babak kedua, tapi tak ada yang membuahkan gol. Masuknya Diego Forlan tak jua membawa Uruguay mencetak gol. Skor kacamata tak berubah hingga peluit panjang berbunyi.
Susunan pemain:Uruguay:M. Silva; Maxi Pereira, Lugano, Godin, M. Caceres; Arevalo, Loderio (G. Ramirez 61’), Stuani (Forlan 61’), C, Rodriguez; Suarez, Cavani (Abel Hernandez 82’).
Yordania:Shatnawi; Khattab, Zahran, Aqel, Al Dumeiri; Adnan, Adous, Deeb Salim (Al Rawashdeh 87’), Hashash; Al Jamal (Baniateyah 60’), Hayel Ibrahim (Al Bawab 90’).
Uruguay Pastikan Tiket Ke Negeri Samba
Uruguay memang gagal memetik kemenangan dan hanya bermain imbang tanpa gol ketika menjamu Yordania dalam partai kedua play-off antarbenua Piala Dunia 2014, Rabu (20/11) atau Kamis pagi WIB. Namun hasil ini sudah cukup mengantar “Le Celeste” meraih tiket ke Brasil, Juni mendatang.
Kemenangan 5-0 pada pertemuan pertama di Amman membuat tim asuhan Oscar Tabarez ini tak perlu banyak mengeluarkan tenaga pada partai kedua. Luis Suarez dan kawan-kawan seperti cuma memainkan partai formalitas saja dalam pertandingan ini.
Uruguay tetap menurunkan tim terbaik mereka dalam pertandingan ini, termasuk menurunkan dua striker maut mereka Luis Suarez dan Edinson Cavani. Meski demikian mereka terlihat tak terlalu ngotot.
Peluang gol baru terjadi pada menit ke-20. Nicolas Lodeiro melancarkan tendangan jarak jauh namun tak menemui sasaran.
Sekitar 10 menit kemudian giliran Edinson Cavani yang mendapat peluang. Penyerang Paris Saint Germain ini berhasil memasuki arena penalti lawan, namun tendangannya hanya melintas di atas mistar.
Hingga setengah jam berlalu, Uruguay sebenarnya menguasai permainan namun tak mampu membuat banyak peluang. Sukses besar di Amman sepertinya membuat pertandingan di Stadion Centenario ini sedikit membosankan.
Tiga menit menjelang jeda, Cavani kembali mendapat kesempatan menjebol gawang Mohamad Shatnawi. Namun tandukannya meleset ke sisi tiang gawang.
Hanya beberapa saat sebelum pertandingan babak pertama usai Bek Uruguay, Diego Godin sukses melancarkan sundulan ke sasaran. Sayang tiang gawang membuat tuan rumah kembali gagal mencetak gol.
Memasuki babak kedua juga tak banyak peluang yang dihasilkan kedua tim. Pada menit ke-60, Uruguay memasukkan Diego Forlan untuk menggantikan Cristian Stuani. Masuknya Pemain Terbaik Piala Dunia 2010 ini disambut hangat oleh penonton yang memadati Stadion Centenario.
Ini untuk ke-107 kalinya, mantan striker Manchester United tersebut bermain untuk negaranya. Ini membuat striker klub Internacional berusia 34 tahun tersebut makin kokoh menyandang status sebagai pemain yang paling sering membela Uruguay. Satu tingkat di bawahnya adalah bek Diego Lugano yang malam itu memainkan partai ke-91 bersama “Le Celeste”
Hingga wasit Jonas Eriksson meniupkan peluit panjang tak juga terjadi gol dalam pertandingan ini. Uruguay pun unggul agregat 5-0 dan memastikan diri tampil untuk ke-12 kalinya di putaran final Piala Dunia 2014 setelah tahun 1930, 1950, 1954, 1962, 1966, 1970, 1974, 1986, 1990, 2002, dan 2010.
Susunan PemainUruguay: Martin Silva; M. Pereira, Diego Lugano, Diego Godin, Martin Caceres; Cristian Stuani (Diego Forlan 60), Edigio Arevalo, Nicolas Lodeiro (Gaston Ramirez 60), Cristian Rodriguez; Luis Suarez, Edinson Cavani (Abel Hernandez 81)
Pelatih: Oscar Tabarez
Yordania: Mohamad Shatnawi; Oday Zahran, Tareq Zeyad, Hatem Aqel, Mohammad Al Dumeiri; Adnan Adous, Shadi Abu Hashhash, Mohd Khier (Khalil Bani Ateyah 59), Sharif Adnan, Abdallah Deeb Salim (Yousaf Rawashdeh 86); Ahmad Hayel Ibrahim (Thaer Bawab 89).
Pelatih: Hossam Hassan
Uruguay Lengkapi Negara Peserta Piala Dunia
Uruguay memastikan diri melaju ke Piala Dunia 2014 setelah bermain imbang tanpa gol melawan Yordania di laga leg kedua playoff Piala Dunia, Rabu (20/11) waktu setempat.
Uruguay menjadi negara terakhir dari 32 peserta Piala Dunia 2014 dengan skor agregat 5-0 setelah Luis Suarez dan kawan-kawan menang 5-0 di laga leg pertama di Amman.
Setelah Uruguay memastikan diri lolos, kini perhatian dunia akan fokus pada drawing Piala Dunia yang akan digelar pada 6 Desember mendatang.
Selasa, 19 November 2013
Dari Sinden, Echa Paramitha Jajal Musik Pop
Selama Ini Echa Paramitha lebih dikenal sebagai sinden OVJ dengan menyanyi lagu bercengkok dan dangdut. Setelah keluar dari OVJ, Echa memberanikan diri menyebrang ke jalur musik pop.
Pemilik nama lengkap Desy Fatmawati Paramita ini terjun ke musik pop dengan single Tak Akan Ada. Di Temui Di salah satu studio rekaman di kawasan Senayan, Jaksel, Echa memperkenalkan lagu barunya.
"Saya tahu tidak mudah bagi saya untukbersaing di musik pop. Tapi saya tidak bisa membiarkan bakat yang ada di diri saya tenggelam begitu saja. Saya ingin tahu kemampuan saya yang lain" Ujarnya Selasa (19/11).
Baginya membawakan lagu pop adalah tantangan tersendiri. "Biasanya kan saya menyanyikan lagu dangdut dan sinden, kalau boleh jujur sebenarnya saya lebih suka pop. Tapi kemampuan yang lebih dulu tampil adalah nyinden, Saya tak dapat pungkiri, imej saya terbentuk kuat di situ. Tapi bagaimana menunjukan kemampuan benyanyi pop bagi saya itu tantangan,"katanya.
Echa sadar di musik pop saingannya akan semakin besar. "kalau lihat pendatang baru yang fresh memang terasa banget ya mesti kerja keras. Tapi saya siap menunjukan kemampuan saya, "ujar wanita kelahiran semarang, 13 desember 1984 itu.
Lantas bagaimana dengan karienya sendiri di musik dangdut? "Saya henkang dari dangdut karena tak mampu bersaing, tapi karena saya tahu saya bisa menjual karya yang bagus bukan cuma sensasi, "terangnya.
Sumber: www.kapanlagi.com
Hasil Pra Piala Asia 2015: Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, Dan Vietnam Tersingkir
Pupus sudah harapan sepak bola Asia Tenggara (ASEAN) di pentas kejuaraan Piala Asia 2015. Pada kualifikasi Piala Asia 15 November malam tadi, tim sepak bola Indonesia, Vietnam, Malaysia, Thailand, dan Singapura terlibas.
Laga Pra Piala Asia 2015 menandai buruknya sepak bola di Asia Tenggara (ASEAN). Timnas sepak bola ASEAN yang maju ke kualifikasi Piala Asia (AFC) 15 malam tadi berguguran.
Timnas Indonesia bermain di kandang China, harus puas dengan kekalahan 1-0. China pun berada di peringkat atas grup dan berhak maju ke putaran final Piala Asia (AFC) 2015.
Hasil Timnas Indonesia di bawah asuhan Jacksen Tiago itu dianggap sudah memberikan penampilan yang maksimal. Indonesia mampu menahan China, salah satu tim kuat di Asia. Indonesia menerima kekalahan secara terhormat.
Hasil kualifikasi Piala Asia lain yang kurang menggembirakan dialami oleh tim negara Asia Tenggara lainnya, seperti Vietnam, Malaysia, Singapura, dan Thailand.
Hasil pertandingan Pra Piala Asia Bahrain versus Malaysia berakhir dengan hasil 1-0. Malaysia mampu mengimbangi kekuatan tim Bahrain, dengan kalah tipis 1-0, seperti hasil Indonesia melawan China.
Di Grup D timnas Singapura amat menderita di bawah tekanan berat Syria, dengan hasil akhir, skor 4-0. Hasil ini pun menempatkan Singapura di dasar klasemen Grup A dan tereliminasi untuk meraih tiket final Piala Asia (AFC) 2015.
Tim tangguh Vietnam di Asia Tenggara juga kandas, sesudah dikalahkan oleh Uzbekistan dengan skor 0-3. Vietnam menerima kekalahan di kandanganya sendiri.
Timnas Thailand juga mendapatkan hasil yang buruk. Di kandang Thailand, Iran menekuk kekuatan Thailand dengan skor telak 0-3.
Hasil buruk pada kualifikasi Piala Asia 2015 ini menyebabkan putaran final Piala Asia (AFC) 2015 di Australia tanpa penampilan tim sepak bola ASEAN.
Hasil Lengkap Play Off Piala Dunia 2014 Zona Eropa
Play Off Piala Dunia 2014 Zona Eropa sudah berakhir dinihari tadi dan meloloskan empat negara. Berikut Hasil Selengkapnya.
Prancis berhasil lolos ke putaran final Piala Dunia dengan dramatis. Tim Ayam Jantan sempat tertinggal 0-2 di leg pertama lawan Ukraina. Namun, dinihari tadi Patrice Evra dan kawan-kawan menunjukkan bahwa keajaiban itu memang ada di sepak bola.
Tim asuhan Didier Deschamps berhasil membalikkan kedudukan dan menang dengan skor 3-0. Tiga gol dicetak Mamadou Sakho, Karim Benzema dan bunuh diri Oleg Gusev. Les Bleus lolos ke putaran final Piala Dunia 2014 Brasil dengan agregat 3-2.
Pertandingan seru dan sengit juga terjadi di laga Swedia kontra Portugal. Zlatan Ibrahimovic dan kawan-kawan kalah 0-1 di leg pertama berkat gol Cristiano Ronaldo. Namun, mereka mampu memberikan perlawanan di leg kedua.
Portugal sempat memimpin 0-2 berkat dua gol Ronaldo. Namun, Ibrahimovic menunjukkan kualitasnya dengan mencetak dua gol sekaligus menyamakan kedudukan 2-2. Tim asuhan Erik Hamren itu membutuhkan dua gol lagi untuk bisa lolos ke Piala Dunia. Namun, gol ketiga CR7 membuyarkan impian Swedia.
Dua negara lain yang berhak lolos ke putaran final Piala Dunia adalah Rumania dan Kroasia. Meski ditahan imbang Yunani 1-1, Rumania berhak lolos karena di leg pertama menang dengan skor 3-1 dan unggul agregat 4-2 sementara Kroasia mengandaskan Islandia 2-0 setelah bermain imbang tanpa gol di leg pertama.
Hasil Play Off Piala Dunia 2014: Kroasia vs Islandia 2-0
Perjuangan Gylfi Sigurdsson dkk untuk menembus putaran final piala dunia 2014 pupus sudah. Partai play off antara Kroasia vs Islandia, Rabu (20/11/2013) dini hari WIB, yang berakhir dengan skor 2-0 bagi Kroasia memupus peluang Islandia untuk merasakan aroma Brazil tahun depan.
Sejak awal pertandingan, Kroasia sudah rajin menekan pertahanan tim tamu. Menit 22, kiper Islandia sudah berjibaku mengamankan gawangnya dari bola sepakan Srna.
Gawang Islandia akhirnya bobol di menit 27. Sebuah umpan dari Rakitic diselesaikan oleh Mario Mandzukic di tiang jauh. Gol pertama yang terjadi dari pertemuan kedua tim ini.Sialnya, Mandzukic kemudian seolah berubah menjadi pecundang. 11 menit kemudian, ia melakukan tekel telat pada pemain Islandia dan hasilnya, kartu merah langsung pun ia terima dari wasit.
Sayangnya, keuntungan bermain dengan pemain lebih gagal dimanfaatkan Islandia. Mereka justru kembali kebobolan di menit 47. Adalah Darijo Srna yang berhasil memperdayai Halldorsson lewat tembakan kerasnya. 2-0!
Menit 59, Kroasia nyaris menambah skor. Namun kali ini bola sepakan akrobatik yang dilepaskan Olic masih menerpa mistar gawang.
Meski bermain dengan 10 orang, Kroasia memang masih bisa lebih unggul dalam hal serangan dari Islandia. Terbukti beberapa menit kemudian, giliran Perisic yang mencoba meneror gawang Islandia. Namun bola sepakannya bisa ditepis Halldorsson.
Tak ada lagi gol yang tercipta meski tuan rumah beberapa kali mengemas beberapa peluang bagus. Kroasia lolos ke piala dunia 2014!
Kroasia 2-0 Islandia (Mandzukic 27’, Srna 47’)
Kroasia: Stipe Pletikosa; Darijo Srna, Vedran Corluka, Josip Simunic, Danijel Pranjic; Ivan Rakitic, Luka Modric (Dejan Lovren 89’), Mateo Kovacic (Ante Rebic 74’), Ivan Perisic; Ivica Olic (Nikica Jelavic 80’), Mario Mandzukic.
Islandia: Hannes Halldorsson; Birkir Saevarsson, Ragnar Sigurdsson, Kari Arnason, Ari Skulason; Birkir Bjarnason, Aron Gunnarsson (Emil Hallfredsson 72’), Johann Gudmundsson, Gylfi Sigurdsson; Alfred Finnbogason, Eidur Gudjohnsen (Rurik Gislason 64’)
Prancis Lolos Ke Piala Dunia 2014
Pelatih Timnas Prancis Didier Deschamps menyatakan, dirinya menikmati "keajaiban sepak bola" setelah anak asuhnya unggul 3-0 atas Timnas Ukraina Di Stade De France,Paris dalam laga kedua play off, sehingga lolos ke Piala Dunia 2014 Di Brazil.
Prancis unggul selisih gol, karena pada laga pertama di kiev, mereka kalah 2-0 dari ukraina.
Adapun bagi Ukraina, kekalahan menyesakkan dari Prancis ini merupakan kegagalan keempat kalinya dalam babakplayoff piala dunia.
Di babak playoff Piala Dunia 1998, negara pecahan Uni Soviet ini ditaklukkan oleh Kroasia. Mereka juga dikalahkan Jerman (playoff Piala Dunia 2002), Yunani (playoff Piala Dunia 2010).
Usai laga, Deschamps mengatakan: "Ini adalah keajaiban sepak bola. Empat hari lalu kami tampil buruk, bahkan sangat buruk, tapi para pemain menjawabnya dengan tampil luar biasa malam ini..."
Kemenangan bersejarah ini disambut gembira para pendukung warga Paris dengan menggelar arak-arakan di sekitar ikon terkenal kota itu, Champs Elysees.
Gol pertama Prancis dicetak oleh Mamadou Sakho, pemain Liverpool, di menit 21, melalui tendangan di sisi kiri gawang Ukraina yang tidak mampu dihalau kiper Andriy Pyatov, setelah menerima bola pantulan.
Selang sepuluh menit, stadion Stade de France yang dipenuhi ribuan pendukung tuan rumah seperti bergemuruh, ketika penyerang Karim Benzema menambah gol kedua untuk Prancis.
Gol penentu Prancis, yang mengantarkan mereka ke Piala Dunia 2014 di Brasil, terjadi di babak kedua, yaitu di menit 71 melalui tendangan kaki kanan Mamadou Sakho setelah menerima umpan Mathieu Debuchy.
"Saya senang sekali. Kemenangan ini tidak terlepas dari kebersamaan yang kami mulai dari ruang ganti. Dukungan luar biasa pendukung kami juga berpengaruh. Rakyat Prancis berada di belakang kami..." kata Sakho, usai laga.
Gol ketiga ini terjadi ketika Ukraina bermain dengan 10 orang, setelah pemainnya yaitu Yevhen Khacheridi diusir dari lapangan karena melakukan pelanggaran, di awal babak kedua.
Daftar pemain:
Perancis: Lloris (kiper), Debuchy (Sagna, menit 78), Evra, Cabaye, Varane, Sakho, Pogba, Matuidi, Benzema (Giroud, menit 82), Valbuena, Ribéry.
Ukraina: Pyatov (kiper), Mandziuk, Shevchuk, Aparecida Holovskyi, Khacheridi (kartu merah), Rakitskiy, Yarmolenko, Rotan, Zozulya (Seleznyov, menit 76), Bezus (Gusev, menit 64), Konoplyanka.
Preview: Uruguay Vs Yordania: Incar Kesempurnaan
Uruguay berada di posisi yang sangat nyaman menyusul kemenangan 5-0 atas tuan rumah Yordania pada inter-confederation play-off Piala Dunia 2014 leg pertama. Ganti bertindak sebagai tuan rumah leg kedua, Kamis (21/11), tim Amerika Latin itu tetap bertekad mengincar kemenangan. Kabar buruk bagi sang wakil Asia yang mengharap keajaiban demi lolos ke Piala Dunia perdananya.
Setelah hancur lima gol tanpa balas di rumah sendiri, pasukan Hossam Hassan bertandang ke Estadio Centenario, Montevideo, di mana sang juara dunia dua kali belum pernah tersentuh kekalahan dalam laga kompetitif sejak Oktober 2009 silam.
Dilihat dari sisi mana pun, Uruguay sudah hampir pasti lolos ke Brasil. Terlebih lagi, pelatih Oscar Tabarez telah menegaskan bahwa dia ingin anak-anak asuhnya tetap fokus walau berada di atas angin.
Tabarez juga mengatakan bahwa dia takkan merombak starting line-upUruguay habis-habisan. Artinya, pemain-pemain seperti mesin gol Liverpool Luis Suarez predator PSG Edinson Cavani dan pilar Atletico Madrid Diego Godin bakal tetap turun di Montevidieo nanti.
Cavani menyumbang satu gol pada leg pertama, sedangkan Suarez nol. Suarez pasti bertekad membobol gawang Yordania di kesempatan keduanya. Motivasi Suarez bisa menjadi salah satu sumber ancaman bagi barisan pertahanan Yordania.
Padahal, Yordania butuh menang minimal enam gol tanpa kebobolan kalau mereka memang ingin lolos ke Brasil. Mustahil? Banyak pihak yang beranggapan demikian, bahkan mungkin para penggawa Yordania juga berpikir sama.
Hanya dengan salah satu aksi comeback paling fenomenal dalam sejarah sepak bola internasional, Yordania baru dapat menyingkirkan Uruguay. Peluang itu sangat tipis, tapi sama sekali tidak mustahil.
Oleh karena itulah, Tabarez mengingatkan pasukannya agar tidak lengah sedikit pun. Dengan begitu, mereka bisa melewati Yordania secara sempurna dan berpesta di akhir laga.
Uruguay Vs Yordania
Uruguay sudah unggul agregat 5-0 atas Yordania usai mempermalukan wakil Asia tersebut di Amman pekan lalu. Makanya, tak berlebihan jika leg kedua di Montevideo hanya sekadar seremonial saja. Tentu ini sangat beralasan. Bermain di depan publik sendiri saja Yordania takluk lima gol tanpa balas. Jadi sepertinya nyaris mustahil Yordania mampu membalikkan keadaan dan menang dengan skor lebih besar ketika mereka gantian away ke Uruguay. Memang sejak awal, pelatih Yordania, Hossam Hassan sudah menyadari beda level mereka dengan tim Uruguay yang dihuni bintang-bintang sepak bola papan atas. Ia menyebut timnya kalah pengalaman. Dengan kenyataan tersebut, Hossam hampir pasti tak akan nekat untuk menerapkan strategi menyerang untuk mengejar ketertinggalan gol. Yang terpenting baginya adalah tidak jadi lumbung gol lagi. Pemain Yordania, Tha'er Bewab, juga menyadari hal ini. Baginya, tugas berat akan mereka hadapi di Montevideo. Meski demikian, ia tetap berharap timnya bisa mengakhiri kampanye kualifikasi dengan hasil positif. "Kami tidak akan menipu diri sendiri, kami sangat kecewa (dengan kekalahan leg pertama)," kata Bewab di Soccerway. Bewab menegaskan, mereka akan mengeluarkan seluruh kemampuan untuk mendapatkan hasil lebih baik di leg kedua. Itu jelas sulit, namun mereka tidak punya pilihan lain. "Sekarang kita sudah datang ke sini untuk hasil yang baik. Demi semua masyarakat Yordania, kita ingin mengubah citra kita," tegasnya. Yordania memang tak boleh berharap banyak di leg kedua ini. Pasalnya, kubu tuan rumah tetap akan mengejar kemenangan untuk menyempurnakan tiket mereka ke Brasil. "Saya berharap kami dapat memenuhi tujuan kami, yaitu memainkan pertandingan yang sangat baik," kata Pelatih Uruguay, Oscar Tabarez. Meski begitu, Tabarez enggan meremehkan lawannya. Menurutnya, apa pun masih bisa terjadi. Pelatih yang mengantarkan Uruguay ke semifinal Piala Dunia 2010 tersebut mengatakan, bisa saja ada motivasi berlebih dari Yordania di pertandingan ini. Makanya, seperti dikutip Reuters, dia memastikan akan tetap memainkan skuat terbaiknya di leg kedua ini. Itu juga demi memuaskan fans mereka. "Kami akan bermain dengan formasi yang sama untuk menghormati suporter Uruguay yang akan memenuhi stadion. Saya dengar 60 ribu tiket sudah terjual habis," kata Tabarez.
Senin, 18 November 2013
Luis Suarez Asyik Latihan Bersama Timnas Uruguay, Diganggu Delfina
Sesosok makhluk mungil nan lucu menghampiri Luis Suarez yang sedang menjalani latihan bersama tim nasional Uruguay, Minggu (17/11/2013). Tamu tersebut adalah putri tercintanya, Delfina.
Luis Suarez dan pasukan Uruguay tengah mempersiapkan diri untuk menghadapi Yordania di leg 2 play-off Piala Dunia 2014 zona CONMEBAL, 20 November mendatang. Di tengah sesi latihan, Delfina menerobos masuk ke lapangan.
Suarez lantas menyambut Delfina dengan pelukan hangat. Setelah itu, ia meminta si kecil untuk menyaksikan latihan dari pinggir lapangan.
Suarez terakhir kali ditemani Delfina pada Agustus lalu. Saat itu El Pistolero, julukannya, menjalani latihan seorang diri akibat hukuman dari Liverpool.
Fun - Some Nights
Some Nights adalah album kedua milik band pop indie asal amerika Fun. Album ini dirilis pada tanggal 21 februari 2012. Proses pembuatan album ini memakan waktu sembilan bulan selama tahun 2011. We Are Young dirilis sebagai single utama dari album ini dan memperoleh kesuksesan dengan bantuan televisi dan iklan. Lagu ini mampu menduduki puncak US Billboard HOT 100 dalam waktu enam minggu. Band ini juga berhasil meraih 6 nominasi Grammy, Tiga diantaranya Untuk lagu We Are Young, Dua untuk album Some Nights dan satu untuk Best New Artist
Berikut Lyrics Lagu Fun - Some Nights
Some Nights
Some nights I stay up cashing in my bad luck
Some nights I call it a draw
Some nights I wish that my lips could build a castle
Some nights I wish they'd just fall off
But I still wake up, I still see your ghost
Oh, Lord, I'm still not sure what I stand for oh
Whoa oh oh (What do I stand for?)
Whoa oh oh (What do I stand for?)
Most nights I don't know anymore...
Oh, whoa, oh, whoa, oh, whoa, oh, oh,
Oh, whoa, oh, whoa, oh, whoa, oh, oh
This is it, boys, this is war - what are we waiting for?
Why don't we break the rules already?
I was never one to believe the hype
Save that for the black and white
I try twice as hard and I'm half as liked,
But here they come again to jack my style
That's alright (that's alright)
I found a martyr in my bed tonight
She stops my bones from wondering just who I am, who I am, who I am
Oh, who am I? Mmm... Mmm...
Well, some nights I wish that this all would end
'Cause I could use some friends for a change.
And some nights I'm scared you'll forget me again
Some nights I always win, I always win...
But I still wake up, I still see your ghost
Oh, Lord, I'm still not sure what I stand for, oh
Whoa oh oh (What do I stand for?)
Whoa oh oh (What do I stand for?)
Most nights I don't know... (oh, come on)
So this is it. I sold my soul for this?
Washed my hands of that for this?
I miss my mom and dad for this?
(Come on)
No. When I see stars, when I see, when I see stars, that's all they are
When I hear songs, they sound like this one, so come on.
Oh, come on. Oh, come on. Oh, come on!
Well, that is it guys, that is all - five minutes in and I'm bored again
Ten years of this, I'm not sure if anybody understands
This one is not for the folks at home;
Sorry to leave, mom, I had to go
Who the f**k wants to die alone all dried up in the desert sun?
My heart is breaking for my sister and the con that she call "love"
When I look into my nephew's eyes...
Man, you wouldn't believe the most amazing things that can come from...
Some terrible nights... ah...
Oh, whoa, oh, whoa, oh, whoa, oh, oh,
Oh, whoa, oh, whoa, oh, whoa, oh, oh
The other night you wouldn't believe the dream I just had about you and me
I called you up but we'd both agree
It's for the best you didn't listen
It's for the best we get our distance... Oh...
It's for the best you didn't listen
It's for the best we get our distance... Oh...
Dan Berikut Video Clip Fun - Some Nights (Official Video)
Minggu, 17 November 2013
Fun Feat Janelle Monae - We Are Young
"We Are Young" adalah lagu yang direkam oleh band indie asal Amerika Fun yang juga menampilkan Janelle Monae , untuk album kedua mereka Beberapa Malam ( 2012) . dirilis pada 20 September 2011 sebagai tunggal utama dari Beberapa Malam . Musik , "We Are Young" adalah sebuah lagu yang menggabungkan genre indie pop , rock alternatif , dan pop kekuasaan. Lagu ini mendapat review umumnya positif dari para kritikus musik , dengan banyak mencatat lagu sebagai terobosan untuk genre indie dan memuji catchiness lagu itu . "We Are Young" telah mencapai sukses komersial di seluruh dunia , mencapai nomor satu di beberapa negara .
Trek awalnya hanya mendapat perhatian dari media online , meskipun itu menerima diputar radio komersial pertama pada WDHA - FM selama 2 Oktober 2011 edisi Apapun Apa dengan Kaya Russo . Namun , ia segera ditutupi oleh acara televisi Glee . Dengan versi Glee memiliki keberhasilan di tangga lagu , lagu ini dilisensikan untuk digunakan dalam Sonic Chevrolet komersial yang ditayangkan selama Super Bowl XLVI . Lagu tunggal mendorong band ke kesuksesan mainstream , topping grafik digital pada bulan Februari 2012 dan menjadi hit crossover memuncak pada nomor satu di Billboard Hot 100 melalui diputar di stasiun radio hit kontemporer , topping grafik selama enam minggu berturut-turut . Itu juga merupakan lagu pertama untuk login tujuh minggu 300.000 atau lebih dalam penjualan digital , rekor yang sebelumnya dipegang oleh Eminem "Love The Way You Lie " ( 2010) . "We Are Young" telah disertifikasi lima kali platinum oleh Recording Industry Association of America , dan baik Fun dan Monae itu charting single pertama di Hot 100 , serta pertama nomor satu mereka. Lagu ini juga menduduki puncak Hot 100 chart Airplay dengan 120 juta impresi dalam tujuh minggu , menjadi kelompok pertama karena " Survivor " Destiny Child ( 2001 ) untuk melakukannya . Lagu bernama ke-99 di Billboard Hot 100 Songs of All-time
Sebuah video musik yang menyertainya disutradarai oleh Marc Klasfeld di David Sukonick Concert Hall di Los Angeles . Ini fitur grup tampil di panggung di sebuah bar di mana kerusuhan pecah . Sebagai bagian dari promosi untuk lagu , hal itu dilakukan pada 2011 Coachella Valley Music and Arts Festival , Amerika larut malam acara televisi Conan , dan digunakan sebagai lagu pembuka pada 2012 MTV Movie Awards . Lagu ini ditampilkan dalam video game musik , Blitz Band Rock. Lagu ini memenangkan Grammy Award untuk Song of the Year di Grammy Awards ke-55 , di mana itu juga calon untuk Record of the Year dan Best Duo / Grup Pop Kinerja.
Berikut Lyrics Lagu Fun Feat Janelle Monae - We Are Young
Give me a second I,
I need to get my story straight
My friends are in the bathroom getting higher than the Empire StateMy lover she’s waiting for me just across the barMy seat’s been taken by some sunglasses asking 'bout a scar, andI know I gave it to you months agoI know you’re trying to forgetBut between the drinks and subtle thingsThe holes in my apologies, you knowI’m trying hard to take it backSo if by the time the bar closesAnd you feel like falling downI’ll carry you homeTonightWe are youngSo let’s set the world on fireWe can burn brighter than the sunTonightWe are youngSo let’s set the world on fireWe can burn brighter than the sunNow I know that I’m notAll that you gotI guess that I, I just thoughtMaybe we could find new ways to fall apartBut our friends are backSo let’s raise a toast‘Cause I found someone to carry me homeTonightWe are youngSo let’s set the world on fireWe can burn brighter than the sunTonightWe are youngSo let’s set the world on fireWe can burn brighter than the sunCarry me home tonight (Nananananana)Just carry me home tonight (Nananananana)Carry me home tonight (Nananananana)Just carry me home tonight (Nananananana)The moon is on my side (Nananananana)I have no reason to run (Nananananana)So will someone come and carry me home tonight (Nananananana)The angels never arrived (Nananananana)But I can hear the choir (Nananananana)So will someone come and carry me home (Nananananana)TonightWe are youngSo let’s set the world on fireWe can burn brighter than the sunTonightWe are youngSo let’s set the world on fireWe can burn brighter than the sunSo if by the time the bar closesAnd you feel like falling downI’ll carry you home tonight
Dan Berikut Video Clip Fun Feat Janelle Monae - We Are Young (Official Video)
Fun - Carry On
"Carry On" adalah sebuah lagu dari band indie asal america Fun. dirilis pada tanggal 23 Oktober 2012 sebagai single ketiga dari album kedua mereka, Beberapa Malam. Lagu ini ditulis oleh anggota band, Nate Ruess, Andrew Dost, Jack Antonoff, bersama produser album, Jeff Bhasker. Hal ini juga ditampilkan di HGTV 2013 ditayangkan komersial # Lovehome di TV Amerika.
Dan Berikut Lyrics Lagu Fun - Carry On
Carry On
Well I woke up to the sound of silence
the cars were cutting like knives in a fist fight
and I found you with a bottle of wine
your head in the curtains
and heart like the fourth of July
You swore and said
We are not
We are not shining stars
This I know
Cause I never said we are
Though I've never been through hell like that
I've closed enough windows
to know you can never look back
If you're lost and alone
Or you're sinking like a stone
Carry on
May your past be the sound
Of your feet upon the ground
Carry on
Carry on, carry on
So I met up with some friends
at the edge of the night
At a bar off 75
And we talked and talked
about how our parents will die
All our neighbours and wives
But I like to think
I can cheat it all
To make up for the times I've been cheated on
And it's nice to know
When I was left for dead
I was found and now i dont own theese streets
I am not the ghost you want of me
If you're lost and alone
Or you're sinking like a stone
Carry on
May your past be the sound
Of your feet upon the ground
Carry on
Woah
My head is on fire
But my legs are fine
Cause after all they are mine
Lay your clothes down on the floor
Close the door
Hold the phone
Show me how
No one’s ever gonna stop us now
Cause we are
We are shining stars
We are invincible
We are who we are
On our darkest day
When we’re miles away
So we’ll come
We will find our way home
If you're lost and alone
Or you're sinking like a stone
Carry on
May your past be the sound
Of your feet upon the ground
Carry on
Carry on, carry on
Dan Berikut Video Clip Fun - Carry On (Official Video)
Mexico Dan Uruguay Buka Peluang Maju Ke Piala Dunia 2014
Mexico Dan Uruguay pesta gol di pertandingan pertama play-off putaran Dunia 2014, yang membuat peluang kedua tim maju ke putaran final di Brasil terbuka lebar.
Dalam pertandingan yang digelar di Amman, hari Rabu (13/11) Uruguay menang besar 5-0 atas tuan rumah Yordania sementara Meksiko mencukur Selandia Baru 5-1 di Meksiko City.
"Ada banyak cara untuk memenangkan pertandingan sepak bola. Kali ini kami tak bermain cemerlang, tapi tetap saja mendapatkan hasil yang bagus," kata Oscar Tabarez, pelatih Uruguay.
"Secara umum kami memang lebih baik (dibandingkan lawan)," tambahnya.
Bintang Uruguay yang bermain untuk klub Paris St Germain, Edinson Cavani, mencetak dua gol dalam pertandingan ini.
Tak puas
Hasil seri di laga kedua di Wellington akan mengantarkan Meksiko ke putaran final Piala Dunia.
Tapi pelatih Meksiko, Miguel Herrera, mengatakan timnya akan tetap berusaha menang.
"Kami anggap laga pertama berakhir 0-0. Jadi, kami masih perlu menciptakan gol kemenangan," katanya
.
Langganan:
Komentar (Atom)