Senin, 26 Agustus 2013
Jepang vs Uruguay: Skor 2-4, Diego Forlan Dua Gol, Suarez Satu Gol
Susunan pemain
Uruguay: Fernando Muslera; Maxi Pereira, Diego Lugano, Diego Godin (Sebastian Coates 80), Martin Caceres (Jorge Fucile 77); Alvaro Gonzalez (Christian Stuani 68), Walter Gargano (Sebastian Eguren 61), Cristian Rodriguez (Alvaro Pereira 67); Nicolas Lodeiro (Gaston Ramirez 61); Luis Suarez, Diego Forlan
Akhiri Masa Sulit, Bek Timnas Uruguay Pindah ke West Bromwich
Pemain belakang timnas Uruguay Diego Lugano mengakhiri musim dua-tahun
yang sulit bersama Paris Saint-Germain dengan pindah ke klub Liga Utama
Inggris (Liga Premier) West Bromwich Albion, demikian diumumkan klub
juara Liga Utama Prancis itu pada Jumat.
Dlam pernyataan singkat
di laman mereka, PSG mengungkapkan bahwa Lugano telah ditransfer ke
klub The Hawthorns tersebut dan menyatakan terima kasihnya kepada pemain
itu "karena profesionalisme-nya atas lama kontraknya itu." Namun,
mereka tidak memberi penjelasan yang lebih terperinci mengenai
syarat-syarat perjanjian tersebut.
Lugano (32) bergabung dengan
PSG dari klub raksasa Turki Fenerbahce pada musim panas 2011 tetapi
hanya tampil dalam 12 pertandingan liga bagi klub itu dalam dua tahun.
Lugano, kapten timnas Uruguay yang menjuarai Copa America 2011,
menghabiskan musimnya di PSG sebagai pemain pinjaman di Spanyol bersama
Malaga.
Echa Paramitha Rayakan Kemerdekaan RI di London
Banyak pengalaman baru yang dirasakan Echa Paramitha pasca merayakan peringatan HUT ke-68 kemerdekaan Republik Indonesia di London, Inggris. Apalagi saat acara itu tamu yang hadir jauh lebih banyak dari bayangannya.
"Sangat seru sekali, 2200 tamu undangan yang hadir, ada petinggi-petinggi Indonesia, ada sesepuh, pekerja, pelajar, pokoknya saya nyanyi jam tiga sore," ujarnya saat dijumpai di kawasan Pancoran, Jakarta Selatan, Senin (19/8).
Sayangnya 5 menit sebelum penyanyi yang beken sebagai sinden dalam acara Opera Van Java di Trans TV itu tampil, hujan pun turun. Namun hal itu tak membuat antusiasme tamu undangan kendur. "Prediksi cuaca cerah, tiba-tiba hujan turun, dan itu 5 menit sebelum saya tampil," katanya.
Saat tampil, wanita berusia 29 tahun itu membawakan 10 lagu. Uniknya meski ada tamu undangan yang bukan berasal dari Indonesia, mereka hafal dengan lagu-lagu yang dibawakannya.
"Saya nyanyi 10 lagu, medley, mereka antusias dan mereka hapal semua lagu dan mereka minta dangdut, mereka request Gebyar-Gebyar dan Poco-Poco," pungkasnya.
Kisah Echa Paramitha Sukses Bikin Bule Bergoyang di Inggris
Di hari perayaan Kemerdekaan Indonesia ke-68, penyanyi dangdut Echa Paramitha diundang oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di London, Inggris. Ia pun sukses menggoyang penonton di negeri Ratu Elizabeth tersebut.
Awalnya, mantan sinden Opera Van Java itu
sempat dibuat cemas atas penampilan pertamanya menghibur kota London.
Hal itu dikarenakan, lima menit sebelum mulai acara, kota tersebut
diguyur hujan.
"Seru banget, karena yang nonton nggak hanya 100,
200 orang, tapi sekitar 2200 orang. Tamu undangan yang hadir, ada
petinggi-petinggi Indondesia, ada sesepuh, pekerja, pelajar Indonesia,"
kisahnya saat ditemui di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Senin
(19/8/2013).
Echa menuturkan, yang menonton pertunjukannya bukan
cuma orang Indonesia tapi ada dari negara lain. "Ada yang dari Jamaika
dan mereka ikut joget. Dari Irlandia, Arab, Palestina, dan penduduk
Inggris pastinya. Mereka antusias, mereka happy berjoget, dan saya juga
turun menyapa penonton," tambahnya.
Satu jam tampil, Echa banyak
diminta untuk menyanyikan lagu-lagu dangdut. Sepuluh lagu pun ia
dendangkan bersama ribuan penonton.
"Paling banyak direquest itu
lagu 'Kopi Dangdut'. Saya juga nyanyi satu lagu barat dari Rod Stewart
judulnya 'I Don't Want Talk About It'. Permintaan khusus dr KBRI itu
lagu 'Kebyar-Kebyar'," ungkapnya.
Meski tampil di negara orang, Echa tetap memakai pakaian bernuansa Indonesia. Ia sendiri memakai kebaya berwarna merah.
"Lagi
summer di Inggris. Tapi tetep ya, summer-nya masih dingin. Jadi
walaupun jingkrak-jingkrakan tetap gak panas, tapi dingin," paparnya
lagi.
Usai sukses menghibur di kota London, Inggris, pelantun
lagu 'So Sweet' itu mengaku siap menerima tawaran main di luar negeri
lagi. Ia pun ingin mempopulerkan musik dangdut ke penjuru dunia.
"Sudah ada tawaran ke luar negeri lagi. Ada dua tawaran lagi tampil di Eropa. Sekarang jadi mau banget kalo ditawarin dangdutan depan bule," tandas Echa.
Echa Paramitha Rayakan Kemerdekaan RI di London
Banyak pengalaman baru yang dirasakan Echa Paramitha pasca merayakan peringatan HUT ke-68 kemerdekaan Republik Indonesia di London, Inggris. Apalagi saat acara itu tamu yang hadir jauh lebih banyak dari bayangannya.
"Sangat seru sekali, 2200 tamu undangan yang hadir, ada petinggi-petinggi Indonesia, ada sesepuh, pekerja, pelajar, pokoknya saya nyanyi jam tiga sore," ujarnya saat dijumpai di kawasan Pancoran, Jakarta Selatan, Senin (19/8).
Sayangnya 5 menit sebelum penyanyi yang beken sebagai sinden dalam acara Opera Van Java di Trans TV itu tampil, hujan pun turun. Namun hal itu tak membuat antusiasme tamu undangan kendur. "Prediksi cuaca cerah, tiba-tiba hujan turun, dan itu 5 menit sebelum saya tampil," katanya.
Saat tampil, wanita berusia 29 tahun itu membawakan 10 lagu. Uniknya meski ada tamu undangan yang bukan berasal dari Indonesia, mereka hafal dengan lagu-lagu yang dibawakannya.
"Saya nyanyi 10 lagu, medley, mereka antusias dan mereka hapal semua lagu dan mereka minta dangdut, mereka request Gebyar-Gebyar dan Poco-Poco," pungkasnya.
Echa Paramitha Siapkan Koper Kosong Untuk Belanja di London
Usai mengisi acara peringatan HUT ke 68 kemerdekaan Republik Indonesia di London, Inggris, Echa Paramitha tidak menyia-nyiakannya kesempatan. Wanita 29 tahun itu mengisi waktu kosong dengan berbelanja ke beberapa tempat.
Ditemui di kawasan Pancoran, Jakarta Selatan, Senin (19/8), ia memang sudah mempersiapkan satu buah koper kosong untuk diisi dengan barang-barang belanjaannya.
"Saya bawa tiga koper, satu koper khusus buat shopping, lalu saya bawa 32 inch sampe kardus-kardusnya saya buang, semuanya saya shopping. Sampai bagasinya tertunda karena over," ujarnya.
Segala macam barang-barang yang disukai penyanyi yang beken sebagai sinden dalam acara Opera Van Java di Trans7 TV itu dibelinya. Namun saat ditanya berapa uang yang dikeluarkan, Echa sendiri tak bisa memastikannya.
"Habis berapa, itu manajemen yang tahu. Di sana aku beli tas, dompet, untuk saya koleksi," ungkapnya.
Langganan:
Komentar (Atom)