Kisah Echa Paramitha Sukses Bikin Bule Bergoyang di Inggris

Di hari perayaan Kemerdekaan Indonesia ke-68, penyanyi dangdut Echa
Paramitha diundang oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di
London, Inggris. Ia pun sukses menggoyang penonton di negeri Ratu
Elizabeth tersebut.
Awalnya, mantan sinden Opera Van Java itu
sempat dibuat cemas atas penampilan pertamanya menghibur kota London.
Hal itu dikarenakan, lima menit sebelum mulai acara, kota tersebut
diguyur hujan.
"Seru banget, karena yang nonton nggak hanya 100,
200 orang, tapi sekitar 2200 orang. Tamu undangan yang hadir, ada
petinggi-petinggi Indondesia, ada sesepuh, pekerja, pelajar Indonesia,"
kisahnya saat ditemui di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Senin
(19/8/2013).
Echa menuturkan, yang menonton pertunjukannya bukan
cuma orang Indonesia tapi ada dari negara lain. "Ada yang dari Jamaika
dan mereka ikut joget. Dari Irlandia, Arab, Palestina, dan penduduk
Inggris pastinya. Mereka antusias, mereka happy berjoget, dan saya juga
turun menyapa penonton," tambahnya.
Satu jam tampil, Echa banyak
diminta untuk menyanyikan lagu-lagu dangdut. Sepuluh lagu pun ia
dendangkan bersama ribuan penonton.
"Paling banyak direquest itu
lagu 'Kopi Dangdut'. Saya juga nyanyi satu lagu barat dari Rod Stewart
judulnya 'I Don't Want Talk About It'. Permintaan khusus dr KBRI itu
lagu 'Kebyar-Kebyar'," ungkapnya.
Meski tampil di negara orang, Echa tetap memakai pakaian bernuansa Indonesia. Ia sendiri memakai kebaya berwarna merah.
"Lagi
summer di Inggris. Tapi tetep ya, summer-nya masih dingin. Jadi
walaupun jingkrak-jingkrakan tetap gak panas, tapi dingin," paparnya
lagi.
Usai sukses menghibur di kota London, Inggris, pelantun
lagu 'So Sweet' itu mengaku siap menerima tawaran main di luar negeri
lagi. Ia pun ingin mempopulerkan musik dangdut ke penjuru dunia.
"Sudah
ada tawaran ke luar negeri lagi. Ada dua tawaran lagi tampil di Eropa.
Sekarang jadi mau banget kalo ditawarin dangdutan depan bule," tandas
Echa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar