Jumat, 31 Januari 2014

Apple Patenkan Teknologi Layar Safir

Ilustrasi. (foto: Reuters)

Apple dirumorkan akan menggunakan material safir ke dalam layar perangkat besutannya, hal tersebut pun sudha dikonfirmasi oleh sang CEO, Tim Cook. Laporan terbaru, Apple sudah mendapat hak paten untuk penggunaan material safir di layar perangkat.


Dengan adanya paten ini, kehadiran iPhone dengan layar bermaterial safir pun kian nyata. Perusahaan raksasa asal Cupertino itu akan mengganti layar anti gores Gorilla Glass dari Corning dengan layar safir.


Seperti diketahui, batu safir adalah material paling kuat ke dua di dunia setelah berlian. Dengan menggunakan layar safir ini, tentunya fisik iPhone akan menjadi semakin tangguh. Demikian seperti dilansir PhoneArena, Sabtu (1/2/2014).










Dan untuk membentuk batu terkuat ke dua di dunia menjadi bentuk seperti iPhone, Apple membangun pabrik manufaktur khusus untuk memproduksi layar safir di Arizona. Sebelumnya, Apple juga dikabarkan sudah menggandeng perusahaan pemotong material safir.


Untuk diketahui, ini bukanlah pertama kali Apple menggunakan material batu safir untuk produksi iPhone. Sebelumnya pada iPhone 5S, Apple sudah menggunakan material safir untuk pelapis kaca lensa dan sensor TouchID.

2014, Tahunnya Apple Berjaya

Ilustrasi. (foto: Reuters)

CEO Apple, Tim Cook, mengatakan 2014 akan menjadi tahun 'pembunuhan' dari Apple. Pasalnya, pada awal tahun saja Apple sudah berhasil menjual lebih dari 50 unit perangkat dan akan terus bertambah.

Penjualan yang mengagumkan di awal kuartal 2014 ini tak terlepas dari usaha Apple menggandeng beberapa operator telekomunikasi terkemuka di beberapa negara. Apple telah menjalin kerja sama dengan beberapa perusahaan operator telekomunikasi besar di China, Jepang, dan juga Rusia.

Cook mengatakan, ini baru permulaan saja. Dan akan terus bertambah hingga akhir tahun. "Ini adalah awal yang mengagumkan. Pada saat ini kami baru saja menjual iPhone di 16 kota di China. Dan jumlah ini akan terus bertambah hingga ke 300 kota di China," kata Tim Cook seperti dikutip Softpedia, Sabtu (1/2/2014).

Seperti diketahui, pada laporan kuartal pertama 2014 Apple telah menjual 51 juta unit iPhone dan 26 juta perangkat iPad. Dengan jumlah ini pasar iPhone mengalami peningkatan sebanyak 6,7 persen dan pasar iPad tumbuh sebanyak 13,5 persen.

Kecepatan Internet Indonesia Rata-Rata 1,5Mbps

Ilustrasi. (Foto: Reuters)

Seluruh negara di dunia berupaya meningkatkan kecepatan akses internet. Menurut laporan terbaru, rata-rata kecepatan akses internet secara global meningkat sebesar 29 persen dari tahun ke tahun.


Akamai melalui laporan internet per kuartal ketiga tahun lalu menyebutkan, kecepatan internet rata-rata secara global adalah 3,6Mbps. Seiring dengan angka penetrasi internet yang kian meluas, mereka menemukan peningkatan 80 persen trafik data dari tahun lalu.


Untuk kawasan Asia Pasifik, Korea Selatan, Jepang, dan Hong Kong kembali menjadi negara dengan kecepatan internet di atas 10Mbps. Sedangkan Indonesia berada di urutan ke 118 dengan rata-rata kecepatan akses internet 1,5Mbps.


"Pada kuartal ketiga 2013, kami mengamati pertumbuhan rata-rata kecepatan internet tetap kuat, seperti halnya pertumbuhan broadband secara global dan tingkat adopsi broadband yang tinggi," tulis penyunting laporan David Belson.

Lebih lanjut, Belson percaya bahwa tren positif ini akan terus mengalami peningkatan dari sisi kualitas dan performa dari koneksi internet di seluruh negara.

Laporan memaparkan, adopsi broadband secara global mencapai 4Mbps, naik 5,3 persen dari laporan tahun lalu dengan penetrasi sebesar 53 persen. Kemudian untuk high broadband, Akamai mencatat, kecepatan rata-rata secara global mencapai 10Mbps dengan angka penetrasi sebesar 19 persen.

Waspada, WiFi Bandara Jadi Alat Mata-Mata

(Foto: Cnet)

Badan Intelijen Kanada mengatakan, pihaknya menggunakan WiFi bandara untuk menelusuri wisatawan. Teknologi ini kabarnya muncul berkat bantuan National Security Agency (NSA).

Dilansir Cnet, Jumat (31/1/2014), badan intelijen Kanada mengungkap, pengunjung bandara dapat dilacak posisinya setelah mereka meninggalkan terminal menggunakan teknologi pengawasan 'game-changing'. Informasi dapat ditangkap dari sistem WiFi.

Informasi ini muncul dari dokumen yang dibocorkan oleh 'pembocor rahasia' NSA, Edward Snowden. Menurut laporan, Communications Security Establishment Canada (CSEC) memiliki akses data yang ditangkap selama periode dua pekan oleh sistem internet gratis di bandara dari perangkat nirkabel milik pengunjung.

Data ini kemudian digunakan untuk menelusuri wisatawan selama sepekan atau lebih, saat perangkat nirkabel pengunjung muncul di area hotspot WiFi gratis. Area hotspot ini seperti bandara, perpustakaan, restoran, pusat angkutan publik dan area lainnya di seluruh Kanada dan bagian dari Amerika Serikat.

Laporan tidak menjelaskan bagaimana CSEC mendapatkan data selama dua pekan melalui sistem WiFi bandara. Ada juga indikasi bahwa terdapat 'sumber spesial' yang menyediakan informasi secara sukarela.

Akan tetapi, dua bandara terbesar di Kanada, Toronto dan Vancouver mengatakan bahwa mereka tidak pernah memberikan informasi pada penumpang yang digunakan untuk CSEC. CSEC menuliskan dalam sebuah pernyataan kepada CBC News, pihaknya memiliki mandat untuk mengumpulkan sinyal intelijen asing untuk melindungi Kanada dan warga negara Kanada.

Dokumen yang diungkap Snowden beberapa hari lalu juga mengungkap bahwa NSA dan Government Communications Headquarters di Inggris secara rahasia mengumpulkan data personal dari pengguna aplikasi mobile. Aplikasi ini antara lain game Angry Birds, Google Maps, Facebook, Flickr dan Twitter. 

ITC Tiga Pemain Asing PSM Masih Diurus

Skuad PSM dan manajemen. (Foto: Andi Aisyah/Okezone)

Pemain bisa tampil di lapangan tidak lepas dari kondisi fit atau tidaknya pemain itu sendiri. Bukan karena faktor nonteknis atau urusan segala macam.

Hal tersebut disiratkan penasihat teknik PSM Makassar Najib Lantandang kepada Okezone. Najib menanggapi masalah tiga pemain asing Pasukan Ramang yang belum mengantongi Internasional Transfer Certificate (ITC), Jumat 31 Januari 2014.

“(ITC mereka) sementara masih diurus oleh manajemen. Insya Allah (mereka) bisa main, doakan saja,” tanggap Najib.

Diketahui, tiga pemain asing PSM, yakni Roman Chmelo, Robertino Pugliara, dan Michael Baird ternyata belum terbit ITC-nya. Mereka terancam tidak dapat tampil di pertandingan perdana menghadapi Persisam Putra Samarinda.

“Ya, mungkin (saja) perkiraannya (begitu), tapi belum final soalnya. Kita mesti melihat kondisi pemain oke (atau tidak),” tukas Najib.

Najib tidak melihat ancaman serius bagi PSM bila tidak dapat memainkan tiga pemain asing itu. Pasalnya, masih banyak pemain lain yang bisa menggantikan posisi mereka.

Lagi pula yang memutuskan main atau tidaknya seorang pemain itu hak pelatih Jorg Peter Steinebrunner. Jadi, menarik kita tunggu apakah Chmelo, Pugliara, dan Baird akan tampil atau terpaksa harus absen di laga perdana PSM, Minggu 2 Februari nanti.

Profil Bintang : Gustavo Lopez

Untuk sekarang ini tak sulit menemukan pemain berstatus bintang di Arema Cronous. Dari paling ujung yang ditempati kiper Kurnia Meiga, bek Victor Igbonefo, midfielder Ahmad Bustomi, hingga Christian Gonzales dan Beto Goncalves, semua layak menyandang label bintang.

Karena kebintangan mereka sudah terlalu biasa, di sini akan diulas bintang yang selama ini 'belum kelihatan'. Dia adalah Gustavo Lopez, playmaker Argentina yang baru bergabung Desember 2013. Ada beberapa aspek yang menjadikan pemain ini layak diulas.

Pertama, tentu saja pengaruhnya di lapangan sejak bergabung ke Stadion Kanjuruhan. Gustavo benar-benar pemain yang selama ini dicari Arema. Bermusim-musim mengeluhkan posisi playmaker, pemain berusia 28 tahun tersebut akhirnya menjadi jawaban. Bisa dibayangkan bagaimana seandainya Arema merekrutnya sejak jauh hari.

Faktor kedua adalah skill individunya yang menghibur sekaligus menggairahkan permainan Singo Edan. Lini tengah lebih enak ditonton dengan adanya aksi individu pemain ini, beda dengan musim sebelumnya yang lebih banyak menebar tackling dibanding umpan cerdas.

Faktor lain mungkin adalah dia tak membutuhkan adaptasi terlalu lama untuk nyetel dengan skuad Arema lainnya. Sejak menandatangani kontrak, dia langsung menjadi pilihan utama Suharno dalam berbagai turnamen maupun uji coba. Di ISL nanti tampaknya dia masih kokoh di posisinya sebagai konduktor lapangan tengah.

"Arema memiliki pemain-pemain bagus dan saya menikmati permainan di sini. Semoga saya bisa membantu Arema meraih lebih banyak trofi lagi, terutama gelar ISL," ucap Gustavo. Gustavo memang pantas mengincar trofi lebih bergengsi bersama Singo Edan.

Jika hanya sekadar trofi East Java Tournament alias Piala Gubernur Jatim, dia sudah pernah meraihnya bersama Persela Lamongan pada 2012 silam. Sebenarnya dia berpeluang mendapatkan trofi bergengsi setelah Arema menembus final Inter Island Cup. Sayang final turnamen ini belum digelar.

Langkah Gustavo menyeberang ke Arema disebut-sebut sangat tepat untuk memuluskan ambisinya meraih gelar ISL. Sebab impian itu bakal sulit tercapai jika bertahan di Persela Lamongan yang tak memiliki tradisi sekaligus modal untuk mencapai prestasi di kompetisi Indonesia.

"Gustavo adalah playmaker langka di Indonesia. Ketenangannya luar biasa, skill tinggi, tapi tetap memiliki power. Arema bertambah kuat dengan keberadaan dia," tutur Joko Susilo, Asisten Pelatih Arema. Ungkapan Joko memang menggambarkan apa yang ada dalam diri Gustavo.

Arema sudah sangat lama tidak memiliki pemain berkarakter seperti Gustavo Lopez. Di masa lalu memang ada pemain dengan tipikal dan skill mirip dia, misalnya Rodrigo Araya dan Joao Carlos. Tapi dari sisi fisik, Gustavo lebih powerfull dan berani beradu fisik alias bermain keras.

Dikelilingi pemain dengan kemampuan bagus, bisa jadi bakal membuat dia semakin merajalela. Apalagi dia bakal berkolaborasi dengan pemain sekelas Ahmad Bustomi di sampingnya, serta Christian Gonzales-Beto Goncalves di depannya. Kompetisi belum dimulai pun Gustavo sudah menjadi bintang

Bedah Kekuatan Arema: Superioritas Perlu Diuji

Arema saat menjamu Persepam. (Foto: SINDO

Siapa yang meragukan kekuatan Arema Cronus? Tim yang telah mengoleksi tiga gelar pra musim dan menjadi finalis Inter Island Cup 2014 ini menjadi klub dengan sepak terjang paling menonjol selama fase pemanasan. Arema sudah menjadi raksasa sebelum peperangan dibuka.

Bagaimana tidak, selepas musim lalu, Arema belum terkalahkan di berbagai ajang. Menpora Cup 2013, East Java Tournament 2013, Trofeo Persija 2013, semua dihabisi. Itu belum termasuk turnamen Inter Island Cup 2014 yang masih menyisakan laga final kontra Persib Bandung.

Arema menjadi tim yang paling bersinar selama pra musim, bahkan sudah menenggelamkan nama Persipura Jayapura sebagai juara bertahan. Perubahan pelatih dari Rahmad Darmawan ke Suharno justru memdatangkan berkah bagi tim berjuluk Singo Edan.

Suharno belum mencicipi satu pun kekalahan sejak dipercaya sebagai nakhoda tim pada akhir November 2013. Tak berlebihan jika catatan selama pra musim dijadikan referensi untuk mengunggulkan Arema sebagai penakluk terkuat ISL 2014, terutama wilayah barat.

Mengulas internal tim, kemampuan mempertahankan pemain lama dan efektif dalam bursa transfer membuat kekuatan Singo Edan semakin komplit. Kehilangan Greg Nwokolo, Hasim Kipuw, Dedi Kusnandar, serta Egi Melgiansyah, sama sekali bukan masalah.

Arema mendatangkan Samsul Arif, Gustavo Lopez, Arif Suyono, sekaligus dua gelandang berdaya jelajah tinggi, Ahmad Bustomi dan Revi. Semua pemain itu langsung menjadi kekuatan penting bagi Arema, kecuali Arif Suyono yang masih diganggu cedera.

Apa yang membuat Arema sedemikian solid? "Kuncinya keseimbangan. Kami memiliki materi pemain yang berimbang dari belakang ke depan. Semuanya tipe pemain yang ngeyel atau ngotot. Kualitas individu juga merata. Faktor lainnya mungkin karena mayoritas pemain pernah bermain bersama," demikian pendapat Suharno.

Ada benarnya. Sebagian pemain yang ada di Stadion Kanjuruhan sekarang adalah mereka yang bermain bersama ketika Arema mencicipi musim terbaik di ISL 2009-2010. Ahmad Bustomi, Sunarto, Juan Revi, Benny Wahyudi, Johan Alfarizi, hingga Kurnia Meiga.

Arif pernah berkostum Arema saat dilatih Benny Dolo. Samsul juga tak asing dengan Bustomi, Kurnia Meiga atau Victor Igbonefo karena sama-sama berlabel pemain tim nasional. "Intinya secara personal sudah ada kedekatan antar pemain," cetus Suharno.

Pelatih asal Klaten, Jawa Tengah, ini juga mengusung formasi modern 4-3-3 yang berjalan dengan brilian sejauh ini. Melihat sejarah, ini formasi ofensif paling berhasil yang pernah diturunkan Suharno. Beda dengan saat dia melatih tim medioker yang lebih banyak disibukkan urusan bertahan.

Formasi tersebut memang didukung properti yang sangat memadai. Di lini depan ada trio Gonzales, Beto Goncalves dan Samsu. Didukung tiga gelandang di bawahnya yakni Lopez, Bustomi dan Revi. Enam pemain ini sudah cukup untuk mempertontonkan sepakbola atraktif.

Problem mental yang labil musim lalu juga sedikit demi sedikit mulai terkikis. Paling tidak, jika parameternya adalah trofi Trofeo Persija dan East Java Tournament, maka Arema sudah bisa berbangga karena mengangkat dua gelar itu di luar Malang.

Sayangnya dari 22 laga pra musim, hanya tiga laga yang digelar di luar kandang yakni dua laga Trofeo Persija di Jakarta dan laga final East Java Tournament di Surabaya. Sedangkan pertandingan lainnya digelar di Kanjuruhan. Sangat kentara laga pra musim njomplang jika bicara tandang-kandang.

Berlebihnya jumlah pertandingan pra musim, bahkan melebihi jumlah laga kompetisi reguler, juga memunculkan kekhawatiran antiklimaks. Memang belum ada riset atau bukti yang menunjukkan berlebihnya laga pra musim berpengaruh langsung ke liga sesungguhnya. Namun kekhawatiran itu sangat beralasan.

Terlepas dari semua aspek di atas, memang harus diakui Arema menjadi salah satu kekuatan paling serius di ISL musim ini. Jika Suhano bisa mempertahankan konsistensi, menepis kekhawatiran antiklimaks, tidak terganggu cedera, maka posisi empat besar ISL wilayah barat bukan pekerjaan berat.

Dream Team Arema Cronus (4-3-3):
Kurnia Meiga (gk), Benny Wahyudi, Victor Igbonefo, Thierry Gathuessy, Johan Alfarizi; Gustavo Lopez, Ahmad Bustomi, Juan Revi; Samsul Arif, Christian Gonzales, Beto Goncalves.

Cadangan:

Ahmad Kurniawan (gk), I Made Wardana (gk), Gilang Ginarsa, Purwaka Yudhi, Munhar, Hendro Siswanto, Gede Sukadana, Arif Suyono, Sunarto, Dendi Santoso, Irsyad Maulana.

Jamu Persela, Persipura Bidik Tiga Poin

Pemain Persipura. (Foto: SINDO)

Indonesia Super League (ISL) akan berlangsung di Stadion Mandala, Sabtu 1 Febuari 2014. Persipura Jayapura akan menjamu Persela Lamongan.

Tim Mutiara Hitam, julukan Persipura, sudah melakukan persiapan secara maksimal. Pelatih Jacksen F. Tiago mengatakan, timnya sudah mempersiapkan diri untuk menghadapi pertandingan pertama ISL ini.

“Sejauh ini, para pemain mengalami peningkatan pada kebugaran fisik dan permainan, ada juga peningkatan dalam kerja sama tim. Kami berharap ke depannya bisa terus memperbaiki kekurangan supaya menjadi sebuah tim yang tangguh,” kata Jacksen.

Sementara itu pelatih Persela, Eduard Tjong mengatakan meskipun para pemain baru tiba pagi tadi WIB. Namun, semua pemain Persela yang di bawa ke Papua untuk menghadapi Persipura sudah siap untuk memberikan perlawanan.

Kondisi kebugaran Boaz Solossa dan Nelson Alom masih dalam pantauan Jacksen. Cedera keduanya belum pulih total sehingga perlu menunggu hingga jelang pertandingan.

Rabu, 29 Januari 2014

Bosjnak Ingin Bawa Persija Puncaki Klasemen

Ivan Bosnjak.(foto:IST)

Persija Jakarta akhirnya jalin kesepakatan dengan mantan penyerang tim nasional (timnas) Kroasia, Ivan Bosjnak. Jebolan Piala Dunia 2006 tersebut, akan berkostum tim Macan Kemayoran selama satu musim ke depan.

Tidak dijelaskan berapa nilai kontrak Bosjnak bersama Persija. Akan tetapi, Bosjnak dinilai menjadi solusi kurang bertaringnya tim Macan Kemayoran dibeberapa turnamen pemanasan. Bosjnak pun menggeser posisi Mario Costas yang awalnya lebih dulu dipermanenkan Persija. Dengan begitu, Persija pun hanya memiliki tiga punggawa asing setelah sebelumnya merekrut Fabio Beltrame dan Rohit Chand.

Bosjnak yang sempat memperkuat Dinamo Zagreb pada 2003 - 2006 dan dinilai periode itu sebagai yang terbaik dalam karir sepakbolanya, akan mengenakan nomor punggung 10 bersama Persija. Walau sudah tidak muda lagi dan telah menginjak usia 34 tahun, Bosjnak bertekat akan menampilkan permainan terbaiknya di kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2014.

"Ini pertama kali saya datang ke Indonesia dan bermain di sini. Saya sangat senang dan tidak sabar bermain. Target saya tentunya bisa bermain bagus demi Persija dan bawa Persija ke puncak klasemen," ungkap Bosjnak, selepas menjalani penandatanganan kontrak di Jakarta, Rabu (29/1).

Selain Bosjnak, Persija sempat juga mencoba penyerang asal Kongo berpaspor Belgia, Patrick Dimbala Mawongo. Sayang jika Bosjnak pada akhirnya dipermanenkan Persija setelah menjalani beberapa hari masa seleksi, tidak begitu dengan Mawongo. Dirinya batal dikontrak Persija, karena tidak lolos dalam tes kesehatan.